BuliranNews, MATARAM - Pembangunan Gedung Serba Guna/Rumah Gadang Urang Minang di Lombok, Mataram, NTB, kembali dilanjutkan sejak tiga bulan terakhir. Walaupun pembangunan telah mulai dilakukan sejak mangkrak dari tahun 2011 silam, namun panitia pembangunan masih membutuhkan dukungan masyarakat Minang berupa bantuan dana untuk kelanjutan pembangunannya.”Alhamdulillah, sejak tiga bulan terakhir pembangunan Gedung Serba Guna/ Rumah Gadang Urang Minang di Lombok telah kembali dilanjutkan,” kata bendahara umum Ikatan Keluarga Bundo Kanduang (IKBK) NTB, Andi Barangin, (16/10).
Donasi tersebut kata Andi, dihimpun melalui Rekening 5040200137213 BPD NTB a/n Ikatan Keluarga Bundo Kanduang (Kode Transfer Antar Bank 128).”Kerangka utama gedung serba guna/ rumah gadang itu sudah selesai dibangun dan sudah bisa digunakan secara darurat. Namun kami masih butuh tambahan dana Rp 600 juta sampai gedung ini benar-benar bisa digunakan secara utuh,” ujar perantau asal Saniangbaka, Solok itu.
Andi menyebutkan, pembangunan gedung serba guna/ rumah gadang ini sudah dimulai sejak tahun 2006 lalu. Waktu itu, dana awal pembangunan berasal dari sumbangan Gubernur Sumbar waktu itu, Gamawan Fauzi sebesar Rp 600 juta. Namun, pembangunan sempat tertunda di tahun 2007.”Nah, tahun 2010 pembangunan kembali dilanjutkan atas dukungan dana dari perantau. Sampai tahun 2011, sudah selesai pemasangan atap. Selepas itu, kembali pembangunan kembali terhenti. Tahun 2013, sebetulnya sudah dilakukan halalbihalal di bangunan itu secara darurat,” kata dia.
Selepas itu, tambah dia, tidak ada pembangunan berarti. Kalau ada tahun 2015 dilakukan pembangunan, itu hanya perbaikan atap yang tidak terlalu lonjong. Barulah sejak tiga bulan terakhir, pembangunan kembali dilanjutkan menyusul adanya dukungan perantau.”Gedung ini berdiri di atas tanah 1.300 m2 milik sendiri. Khusus gedung sendiri berukuran 12×50 m2. Sejak tiga bulan terakhir, sudah selesai perbaikan atap, pagar dan lainnya. Namun, bagian lantai 2 belum selesai. Begitupun lantai, belum dipasang keramik,” jelas dia.
Nantinya, tambah dia, gedung ini dimanfaatkan untuk kegiatan Ikatan Keluarga Bundo Kanduang, baralek, pertemuan, tempat singgah bagi warga Minang yang ke Lombok, termasuk bisa digunakan kegiatan olahraga bulutangkis di bagian lantai dasar. Secara keseluruhan gedung ini bisa menampung 400 orang.”Saat ini, perantauan Minang di Lombok mencapai 2 ribu KK. Mereka berasal dari perantuan sejumlah daerah di Sumbar, seperti Kabupaten Solok, Kota Solok, Bukittinggi, Agam, Pessel, Padang, Pariaman dan Padangpariaman dan lainnya. Selain ada arisan pembangunan, juga dilakukan arisan bundo kanduang setiap bulannya,” kata dia.
Pihaknya berharap pembangunan gedung ini bisa dipercepat, sehingga bisa digunakan secara utuh. Dia berharap dukungan dari masyarakat Minang di ranah maupun perantauan guna percepatan pembangunan itu. ”Kita berharap, gedung ini cepat selesai pembangunannya,” harapnya. (rdo)
Editor : Buliran News