INDONESIA sebagaimana diketahui merupakan negara bekas penjajahan dari beberapa negara. Namun, ada satu negara asing yang terkenal sebagai penjajah terlama di Indonesia, yaitu sekitar 3,5 abad. Hal inilah yang menyebabkan Indonesia mendapat banyak pengaruh dari negara kincir angin tersebut.Tak terkecuali di bidang kuliner. Indonesia bagian timur selalu terkenal akan alamnya yang mempesona. Tak hanya itu, mereka juga memiliki hidangan daerah yang terkenal akan rasa dan sejarahnya. Salah satunya adalah sajian Sup Brenebon asal Sulawesi Utara yang juga mendapat pengaruh besar dari Belanda lho.
Usut punya usut, sup brenebon ini merupakan makanan dari Belanda yang sudah diadaptasi menggunakan berbagai bumbu rempah, dan akhirnya sajian sup ini dikenal sebagai hidangan berkuah khas Manado, Sulawesi Utara.
Sup brenebon adalah hidangan sup kacang merah yang dicampur dengan sayuran, bumbu rempah, dan umumnya menggunakan daging atau kaki babi. Selain itu, kuliner ini juga biasa dikonsumsi Bersama nasi putih panas dan sambal tumis.Sup khas masakan Minahasa ini memiliki tampilan kuah yang bening dengan warna cenderung merah. Karena kapasitasnya yang sedikit menjadikan kuliner inicocok disantap sebagai makanan penutup dengan kekayaan rasa yang dimiliki. Manisnya sup kacang merah makin terasa nikmat karena dipadukan dengan gurihnya daging dan sedapnya rempah khas Nusantara.
Sebenarnya tak hanya daging atau kaki babi yang bisa digunakan, yang terpenting adalah daging berlemak seperti buntut dan sanding lamur, sehingga menghasilkan sup yang bertekstur lebih kental dan mengkilap. Jadi, untuk versi halalnya bisa mengganti daging babi dengan menggunakan tetelan sapi, iga sapi, dan daging asap.
Masakan brenebon berasal dari kuliner Belanda yang diadopsi oleh masyarakat Indonesia Timur. Kata”Brenebon” sendiri berasal dari pengucapan local masyarakat Manado, yaitu dari kata”Bruine” yang berarti coklat kemerahan dan “Bonen” yang berarti kacang, sehingga berarti sebagai sup kacang merah.Beberapa inovasi yang dilakukan rakyat Manado terhadap sup brenebon adalah menambahkan berbagai rempah Nusantara ke dalamnya, mulai dari pala, merica, cengkih, bawang merah, bawang putih. Selain itu juga memakai beberapa bumbu dapur dan sayuran lainnya, seperti bawang bombai, gula, garam, daun bawang, seledri, buncis, kacang merah, wortel, dan minyak zaitun.
Kuliner ini sudah biasa jadi menu konsumsi di rumah tanpa perlu jauh jauh ke warung atau restoran. Hal ini dikarenakan sup brenebon tergolong mudah dibuat dan bahan bahannya banyak dijual di pasar. Apalagi jenis kacang merah yang dipakai bisa yang versi kalengan lho
Bahan :
- Iga sapi muda segar secukupnya
- 1 genggam kacang merah yang sebelumnya direndam terlebih dahulu
- 3 siung bawang putih
- Sejumput jintan
- 1 sdt ketumbar
- Pala secukupnya
- 1 batang daun seledri di iris halus/sedang
- 1 batang daun bawang di iris halus/sedang
- Garam secukupnya
- kentang di iris kotak
- wortel di iris kotak
- 1 sdm minyak untuk menumis
- Rebus kacang merah yang sudah direndam terlebih dahulu selama semalaman. Jika tidak sempat makan rendam selama 30 menit lalu tekan di pengulekan dan masukkan dalam air mendidih. Rebus hingga agak lunak.
- Masukkan iga sapi sebelum kacang merah matang, rebus dengan menggunakan api kecil kurang lebih selama 60 menit sampai empuk, kacangnya pecah dan urat daging mudah dipisah.
- Haluskan bumbu bawang putih, ketumbar, jintan, merica dan garam.
- Masukkan wortel dan kentang ke dalam rebusan iga dan kacang merah. Masak hingga wortel dan kentang matang.
- Siapkan wajan yang sudah diberi minyak goreng kemudian tumis sampai harum. Masukkan rebusan iga tadi beserta semua isinya. Tambahkan air jika dirasa kekurangan air dan didihkan kembali.
- Cek rasa, tambahkan garam dan gula sesuai selera. Lalu masukkan seledri dan daun bawang. Angkat dan sajikan, sup brenebon pun siap dihidangkan. Selamat mencoba!