Buliran.com - Jepara,
Sebanyak 30 anggota Fatayat NU Jepara mengikuti pelatihan Jurnalistik, yang berlangsung di aula Gedung NU Jepara. Kegiatan ini menghadirkan narasumber, Hadi Priyanto yang dikenal sebagai jurnalis dan penulis di Jepara, KH. M. Ma’shum, salah satu pengusaha property dan Shufi Amalina, dan juga pegiat media Jepara.
Pelatihan yang diselenggarakan Pengurus Cabang Fatayat NU Jepara ini dibuka oleh Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Jepara, KH. Charis Rohman. Selain pelatihan jurnalistik, juga diselenggarakan Launching Media Fatayat NU Kabupaten Jepara, sekaligus Sosialisasi Pemberdayaan Ekonomi Perempuan, Minggu (15/6/2025).
Saat menyampaikan materi jurnalistik Hadi Priyanto menguraikan perkembangan teknologi informasi yang ditandai memunculnya berbagai platform media sosial, telah menyebabkan munculnya kebenaran baru.
“Kebenaran ini tidak didukung oleh fakta, data, dan norma, namun kebenaran yang dibangun dengan menciptakan persepsi yang terus diulang sehingga mampu membentuk publik opini sesuai framing yang dibangun oleh para buser," ujar Hadi Priyanto.
Ia menambahkan, “Melalui kegiatan literasi ini kita akan mampu berfikir runtut dan kritis, kreatif, bertanggungjawab dan memiliki kepercayaan diri. Dengan demikian kita tidak mudah terhanyut pengaruh yang muncul akibat semakin maraknya penggunaan media sosial,” imbuh Hadi Priyanto.
Menurut Hadi Priyanto, untuk memerangi kondisi tersebut maka yang perlu dikembangkan adalah literasi, mulai membaca, menulis, teknologi, budaya hingga literasi finansial.
Karena itu Hadi mengajak kepada anggota Fatayat di Jepara untuk mulai membentengi diri dengan kegiatan membaca dan menulis. Kita mulai dari rumah dengan membiasakan diri bersama keluarga untuk membaca dan menulis.
“Setelah itu isi dan banjiri platform media sosial dengan informasi yang membangun dan mendidik,” pungkasnya sembari mengajak anggota Fatayat untuk menjadi pelopor gerakan literasi.
Hal yang sama disampaikan Ketua PC Fatayat NU Jepara, Anis Fariqoh, "Kegiatan ini adalah untuk memberikan bekal bagi anggota Fatayat agar dapat melaksanakan tugas organisasi dengan sebaik-baiknya, juga tugas lainnya saat hadir ditengah-tengah Masyarakat,” ujarnya.
Sedangkan KH. M. Ma’shum mengungkapkan pentingnya anggota Fatayat untuk belajar berusaha. “Ketika membuka usaha yang diperlukan pertama bukan uang tetapi sikap jujur dan amanah disertai dengan semangat serta dedikasi. Ini akan mampu membangun. kepercayaan,” ujar KH. M. Ma’shum yang kemudian menguraikan cara ia merintis usahanya sebagai pengusaha property di Jepara.
Saat membuka acara Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU Jepara, KH. Charis Rohman mengingatkan pentingnya menambah pengetahuan kader dengan membaca, agar para kader memiliki pengetahuan yang semakin lengkap.
disampaikan KH. Charis Rohman, “Jurnalis, menulis untuk menyampaikan pemikiran dan gagasannya di ruang public, harus menyampaikan apa yang ia lihat,ia dengar secara obyektif sebagai karya jurnalistik,” tambahnya.
Ia juga menyoroti penggunaan media sosial yang sudah kebablasan ditengah-tengah masyarakat yang dampaknya sangat luar biasa. “Karena itu literasi digital harus mulai dilakukan secara masif agar masyarakat memperoleh pembelajaran untuk dapat memanfaatkan media sosial secara bijak,” ungkap KH Charis Rohman. ***
(Arif M)
Editor : Redaktur Buliran