Buliran, Pasaman -- Penyuluh Agama merupakan ujung tombak Kementerian Agama dalam memberikan bimbingan dan penyuluhan kepada masyarakat.
Ini ditegaskan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pasaman Yasril, saat memberikan pembinaan kepada Penyuluh Agama, baik fungsional maupun PPPK. Di aula Helmi R kantor setempat, Senin (19/1).
Kakan memesankan kepada seluruh Penyuluh memiliki kepekaan sosial.
"Sebagai penyuluh aktif melaksanakan penyuluhan dan memiliki kepedulian atau kepekaan sosial", pesannya.
Yasril menyampaikan kelompok binaan (Pokbin) yang menjadi fokus penyuluh agama di tengah masyarakat, wilayah tugasnya.
Pertama, keluarga sakinah fokus pada pembinaan ketahanan keluarga, pencegahan perceraian, serta edukasi mengenai hak dan kewajiban dalam rumah tangga untuk menciptakan keluarga yang harmonis.
Kedua, Produk Halal, mengedukasi kepada pelaku UMKM dan masyarakat mengenai pentingnya sertifikasi halal, serta pendampingan dalam proses sertifikasi halal bagi produk makanan dan minuman.
Ketiga, Pemberdayaan Ekonomi Umat (Zakat & Wakaf). Penyuluh Agama harus mendorong optimalisasi pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf, sebagai pilar ekonomi umat serta pengentasan kemiskinan.
Lanjut Yasril yang keempat sebagai Pokbin, yakni kerukunan umat beragama. Dimana penyuluh menjaga harmonisasi antarumat beragama, mencegah konflik berbasis agama, dan memperkuat sikap toleransi di tengah masyarakat yang plural.
Kelima, radikalisme dan aliran sempalan. Memberikan pemahaman tentang moderasi beragama untuk membentengi masyarakat dari paham ekstremisme, radikalisme, serta aliran yang dianggap menyimpang.
Keenam, penanggulangan penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS. Penyuluh harus berupaya melakukan pendekatan keagamaan untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika dan memberikan edukasi serta pendampingan terkait bahaya HIV/AIDS.
Ketujuh, pemberantasan buta aksara huruf hijaiyah. Fokus pada pendidikan Al-Qur'an bagi masyarakat, mulai dari anak-anak hingga lansia, agar mampu membaca dan memahami kitab suci dengan benar.
Kedelapan, pelestarian lingkungan hidup. Sebagai perpanjangan tangan Kemenag, penyuluh agama memberikan penyuluhan tentang tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga alam, kebersihan, dan ekosistem lingkungan.
Terakhir yang kesembilan adalah masalah strategis/isu terkini, yakni stunting dan kesehatan. Saat ini, penyuluh juga dilibatkan dalam isu nasional seperti pencegahan stunting, pernikahan dini, serta kampanye kesehatan masyarakat melalui pendekatan bahasa agama.
Dikesempatan itu, Yasril turut menyinggung tentang Elektronik Penyuluh Agama (E-PA) sebagai aplikasi laporan digital yang digunakan menginput laporan kinerja bimbingan secara real time.
Pembinaan ini dibuka resmi Kepala Kantor dan Kepala Seksi Bimas Islam Asrul. Dalam sambutannya itu, Yasril mengingatkan untuk tidak memuat dalam laporan tentang mengajar santri MDTA dan TPQ. Sebagaimana disinggung Direktur Jenderal Bimas Islam.
"Penyuluh berperan membimbing santri MDTA maupun TPQ, tetapi tidak dimasukkan ke dalam laporan", terang Yasril. (Red).
Editor : Buliran NewsSumber : Tim