Cara Rodrieggo Diaz Menghindari Wartawan Patut Dipertanyakan Integritas Sebagai Pemimpin

Cara Rodrieggo Diaz Menghindari Wartawan Patut Dipertanyakan Integritas Sebagai Pemimpin
Cara Rodrieggo Diaz Menghindari Wartawan Patut Dipertanyakan Integritas Sebagai Pemimpin

Buliran, Saumlaki -- Perihal dugaan meraup keuntungan dari pemindahan material proyek Yon TP 819/PIBP mengemuka. Sikap yang ditunjukkan oleh Rodrieggo Diaz sebagai kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan ( UPP)kelas II Saumlaki, justru semakin mengundang tanda tanya. Alih-alih memberikan klarifikasi terbuka, Diaz memilih jalan yang berbeda, menghindari setiap upaya kontak dengan wartawan yang mencoba mengakses informasi terkait dugaan masalah yang tengah menggeliat ini.

Di era yang semakin transparansi ini, kemampuan seorang pemimpin untuk menghadapi pertanyaan konfirmasi wartawan dan memberikan penjelasan atau klarifikasi jelas menjadi salah satu tolok ukur kemampuan dan integritasnya. Namun hal ini sepertinya tidak menjadi prioritas bagi Rodrieggo Diaz selaku pimpinan UPP. Sejak kabar dugaan pelanggaran muncul beberapa hari yang lalu. Berbagai upaya menghubungi dia (Rodrieggo Diaz-red) baik melalui telepon, pesan resmi, maupun kunjungan langsung ke kantornya di Pelabuhan Saumlaki selalu menemui jalan buntu. Kadang-kadang dia dikabarkan sedang berada di luar kota, terkadang stafnya menyatakan dia sedang dalam rapat penting yang tidak dapat diganggu, dan pada beberapa kesempatan, permintaan wawancara langsung diabaikan tanpa penjelasan.

Wartawan yang mencoba mengikuti jejaknya mengaku seringkali menemukan kantor Rodrieggo Diaz (Kepala UPP-red) terkunci atau dia sudah tidak berada di lokasi, hanya ingin mendapatkan versi cerita dari pihak yang bersangkutan, bukan hanya mengandalkan informasi dari sumber kedua atau ketiga, sesal bebrapa wartawan di lokasi. Kata sala satu wartawan setiap kali kita datang, dia selalu sudah tidak ada di sana. Seolah-olah ada koordinasi yang dilakukan untuk menjauhkan dia dari pertanyaan wartawan.

Sikap menghindar ini tidak hanya menciptakan kesenjangan informasi bagi publik, tetapi juga memberikan kesan bahwa ada sesuatu yang ingin disembunyikan. Sebagai pemimpin yang bertanggung jawab atas operasional pelabuhan yang menjadi tulang punggung aktivitas ekonomi di wilayah tersebut, Rodrieggo Diaz seharusnya memahami bahwa transparansi adalah bagian tak terpisahkan dari tanggung jawabnya. Ketidakhadirannya dan menghindari Wartawan dalam memberikan klarifikasi membuat spekulasi semakin berkembang, bahkan memperkuat narasi tentang dugaan keuntungan tidak sah yang menimpanya.

Entah ketidakmampuan untuk berkomunikasi langsung dengan Wartwan, sehingga Rodrieggo Diaz membuat proses klarifikasi menjadi sulit. Dugaan itu muncul apakah ada masalah dalam proses pemindahan material yang menyebabkan keterlambatan, atau apakah benar adanya penyimpangan yang terjadi ? Namun tanpa bisa berbicara langsung dengan dia, (Rodrieggo Diaz-red)kita hanya bisa berspekulasi dan itu tidak baik untuk kelancaran kerja kita Pers.

Integritas seorang pemimpin tidak hanya diukur dari capaian kerja atau seberapa baik dia mengelola unitnya, tetapi juga dari bagaimana dia menghadapi tantangan dan tanggung jawab publik. Sikap Rodrieggo Diaz yang terus-menerus menghindari wartawan menunjukkan kurangnya komitmen untuk menjawab pertanyaan masyarakat atas kondisi yang terjadi di bawah kepemimpinannya. Di era di mana informasi dapat dengan cepat menyebar dan kepercayaan publik menjadi aset berharga bagi setiap institusi. Langkah seperti ini justru bisa merusak citra tidak hanya pribadi Dia (Rodrieggo Diaz-red) tetapi juga keseluruhan UPP Saumlaki.

Banyak pihak berharap bahwa Rodrieggo Diaz akan segera keluar dari bayang-bayang dan memberikan klarifikasi yang jelas terkait kasus yang sedang di hadapi. Selain itu, permintaan pemeriksaan yang telah diajukan kepada Irjen Kemenhub diharapkan dapat menjadi momentum bagi kepala UPP Kelas II Saumlaki itu untuk membuktikan bahwa dirinya layak memegang posisi kepemimpinan tersebut. Hanya dengan cara itu, kepercayaan yang telah goyah bisa mulai dipulihkan, dan integritasnya sebagai pemimpin dapat diuji secara objektif.

( R F)

Editor : Buliran News
Sumber : Tim