Buliran, Maluku. - Aksi demonstrasi menggeruduk Kantor Gubernur Maluku dan Kantor Kementerian Kehutanan Republik Indonesia di Jakarta serta aksi susulan lainnya yang konon mengatasnamakan masyarakat Desa Lermatang menuai sejumlah kecaman dari para pemangku kepentingan di Desa Lermatang mulai dari Tokoh Tasyarakat, Pemerintahan Desa, Tokoh Pemuda, Tokoh Agama hingga Toko Adat.
Kecaman berikut datang dari Tokoh Agama Pdt. J. Ruspana, S.SI.Theol yang mengecam keras aksi sejumlah orang yang bukan merupakan masyarakat Desa Lermatang namun begitu nekat mengatasnamakan masyarakat Desa Lermatang.
Ruspana yang dijumpai awak media ini di kediamannya di Desa Lermatang Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku, Jumat 3/7/2026 mengaku sangat geram dengan aksi sejumlah pihak yang mengeksploitasi masyarakat Desa Lermatang sebagai masyarakat terdampak PSN Blok Masela demi kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.
Pada kesempatan yang sama, Ruspana meminta kepada semua pihak diluar Desa Lermatang untuk Stop aksi mereka mengeksploitasi masyarakat Desa Lermatang soal PSN Blok Masela karena masyarakat Desa Lermatang sendiri telah menyatakan sikap dengan tegas menerima dan menyambut dengan sukacita PSN Blok Masela demi kepentingan Nasional serta kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
"Masyarakat Desa Lermatang mendukung dan menyambut dengan sukacita 1000% PSN Blok Masela demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia, dan masyarakat Desa Lermatang kini tengah disibukkan dengan berbagai kegiatan dalam rangka persiapan menyambut Ground Breaking yang direncanakan akan terlaksana dalam waktu dekat".
Ruspana juga meminta aparat keamanan untuk menindak tegas pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang menjadikan masyarakat Desa Lermatang sebagai komoditas politik demi mencapai tujuan pribadi maupun kelompok mereka. (IM. Tim)
Editor : Buliran NewsSumber : Tim