Masyarakat terdampak PSN Blok Masela Desa Bomaki dukung Ground Breaking

Masyarakat terdampak PSN Blok Masela Desa Bomaki dukung Ground Breaking
Masyarakat terdampak PSN Blok Masela Desa Bomaki dukung Ground Breaking

Buliran, Maluku - Dukungan terhadap pelaksanaan Ground Breaking Proyek Strategi Nasional Pengembangan Lapangan Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Provinsi Maluku kian tak terbendung.

‎Dukungan tersebut kini datang dari masyarakat desa terdampak PSN Blok Masela yakni Desa Bomaki Kecamatan Tanimbar Selatan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

‎Perwakilan masyarakat Desa Bomaki yang terdiri atas tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, dan tokoh adat serta representasi Pemerintah Desa menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Ground Breaking.

‎Pernyataan dukungan sebagaimana dimaksud terkumandangkan pada Sabtu, 4/7/2026 bertempat di kediaman Bapak Yohanis Watunglawar dalam kapasitasnya sebagai Ketua RT.IV Desa Bomaki.

‎Ketua Tua Adat Willem Laiyan dalam obrolannya dengan awak media ini menegaskan pada prinsipnya seluruh masyarakat Desa Bomaki sebagai desa terdampak PSN Blok Masela tidak hanya mendukung 100% namun lebih bahkan 1000% demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia secara khusus masyarakat Tanimbar, Maluku dan secara istimewa masyarakat Desa Bomaki sebagai desa terdampak.

‎"Dukungan kami tidak hanya 100% tapi lebih, bahkan 1000% demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia secara khusus masyarakat Tanimbar, Maluku dan secara istimewa masyarakat Desa Bomaki sebagai desa terdampak", tegas Willem.

‎Willem Laiyan yang dalam kapasitasnya sebagai Ketua Tua Adat berharap Ground Breaking PSN tersebut segera terlaksana dan lancar pada waktunya.

‎Ia (Willem Laiyan-red) juga berharap dan memohon kepada Presiden Republik Indonesia Bapak Jenderal Purnawirawan H. Prabowo Subianto untuk memerintahkan Pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar segera membayar segala kerugian masyarakat Desa Bomaki berupa berbagai tanaman umur panjang dan tanah sesuai kesepakatan bersama antara Pemda dan Masyarakat atas proyek pembangunan/pengerjaan ruas jalan antara Bomaki-Lermatang sepanjang 13 km lebih yang telah tertunggak sejak tahun 2009. (IM.Tim).

Editor : Buliran News
Sumber : Tim