IKTA Gelar Pelatihan Mom and Baby Spa, Bekali Mahasiswa dengan Keterampilan Kebidanan Komplementer

IKTA Gelar Pelatihan Mom and Baby Spa, Bekali Mahasiswa dengan Keterampilan Kebidanan Komplementer
IKTA Gelar Pelatihan Mom and Baby Spa, Bekali Mahasiswa dengan Keterampilan Kebidanan Komplementer

PEKANBARU – Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) Pekanbaru melalui Program Studi Kebidanan menggelar Pelatihan Mom and Baby Spa selama dua hari, 4–5 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di The Zuri Hotel Pekanbaru ini diikuti 110 mahasiswa Program Studi Kebidanan IKTA.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya IKTA dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang pelayanan kebidanan komplementer yang saat ini terus berkembang.

Sejak kegiatan dimulai, para mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, mulai dari pemaparan materi, diskusi, demonstrasi hingga praktik yang berkaitan dengan pelayanan Mom and Baby Spa.

Kegiatan dibuka secara langsung oleh Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah, Assoc. Prof. Dr. Ns. Hj. Rifa Yanti, S.Kep., M.Biomed., FISQua.

Dalam sambutannya, Rektor menekankan pentingnya peningkatan kompetensi mahasiswa kebidanan agar memiliki kemampuan yang tidak hanya kuat dari sisi akademik, tetapi juga keterampilan praktis yang sesuai dengan perkembangan pelayanan kesehatan.

“Mahasiswa kebidanan perlu memiliki kompetensi yang komprehensif, tidak hanya dalam aspek teori, tetapi juga keterampilan praktis yang relevan dengan perkembangan pelayanan kesehatan saat ini,” ujar Rektor.

Menurutnya, pelatihan seperti Mom and Baby Spa menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja sekaligus meningkatkan kesiapan mereka dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada masyarakat.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Kursus dan Pelatihan Ibu Sejati Indonesia, yakni Febrina Oktavinola Kaban, M.Keb., RYT., RPYT, bersama tim.

Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendapatkan materi mengenai konsep, manfaat, serta teknik Mom and Baby Spa. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif dengan memadukan teori, diskusi, demonstrasi dan praktik.

Pemateri, Febrina Oktavinola Kaban, mengatakan pelatihan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa kebidanan untuk mengenal lebih jauh pelayanan komplementer bagi ibu dan bayi dengan tetap memperhatikan aspek keamanan, kenyamanan, dan kompetensi tenaga kesehatan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep Mom and Baby Spa, tetapi juga mampu mempraktikkan teknik-tekniknya dengan benar, aman, dan sesuai dengan kebutuhan ibu dan bayi,” ujarnya.

Ia menambahkan, pembelajaran dilakukan secara bertahap agar peserta dapat memahami materi sekaligus memperoleh pengalaman praktik secara langsung.

“Keterampilan seperti ini penting untuk terus dikembangkan sebagai bagian dari pelayanan kebidanan yang komprehensif. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman praktik agar lebih siap ketika nantinya terjun ke dunia kerja maupun memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Antusiasme mahasiswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Peserta tidak hanya menyimak materi yang disampaikan, tetapi juga aktif berdiskusi dan mengikuti setiap tahapan praktik yang diberikan oleh narasumber.

Salah seorang mahasiswa Program Studi Kebidanan IKTA mengaku mendapatkan pengalaman dan pengetahuan baru dari pelatihan tersebut.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami sebagai mahasiswa kebidanan. Kami mendapatkan pengetahuan baru tentang Mom and Baby Spa sekaligus belajar bagaimana melakukan teknik yang tepat dan aman,” ungkapnya.

Menurutnya, metode pembelajaran yang menggabungkan teori dan praktik membuat mahasiswa lebih mudah memahami materi yang diberikan.

“Kegiatan praktik membuat kami lebih percaya diri untuk mengembangkan keterampilan. Kami berharap pelatihan seperti ini dapat terus dilakukan dengan menghadirkan berbagai materi dan keterampilan yang mendukung kompetensi mahasiswa kebidanan,” lanjutnya.

Pelatihan Mom and Baby Spa diharapkan dapat memberikan pengalaman belajar yang aplikatif bagi mahasiswa Program Studi Kebidanan IKTA sekaligus menjadi bekal dalam mengembangkan kompetensi pelayanan kebidanan komplementer.

Selain meningkatkan keterampilan mahasiswa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari komitmen IKTA dalam menghadirkan proses pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia kesehatan dan kebutuhan kompetensi lulusan kebidanan.

Dengan adanya pelatihan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan keterampilan secara profesional, menerapkan prinsip keselamatan dalam pelayanan, serta memberikan pelayanan yang berkualitas dan sesuai kebutuhan ibu dan bayi di tengah masyarakat.

Editor : Buliran News
Tag: