Hasan al Bashri berkata:
"Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari hari. Setiap kali satu hari berlalu, maka hilanglah sebagian dari dirimu." (Hilyatul Auliya, 2:148)
Satu, perhatikan sudut pandangnya. Ia tidak berbicara tentang perbandingan antar manusia sama sekali. Ia berbicara tentang dirimu dan waktumu sendiri, sebagai satu satunya hal yang benar benar menjadi urusanmu. Rasa tertinggal muncul karena kita diam diam menjadikan pencapaian orang lain sebagai penggaris untuk mengukur hidup kita sendiri, padahal Hasan al Bashri mengingatkan, yang sedang berkurang dari dirimu setiap hari bukan jarakmu dengan teman temanmu, tapi jatah harimu sendiri yang terus menipis, terlepas dari apa pun yang sedang terjadi pada hidup orang lain.
Dua, kalimat ini membongkar asumsi bahwa hidup adalah perlombaan dengan garis start dan finish yang sama untuk semua orang. Kenyataannya, setiap orang punya kumpulan hari yang berbeda, dengan ujian, kesempatan, dan waktu yang berbeda pula. Temanmu yang terlihat sudah mencapai banyak hal di usia yang sama denganmu, sedang menjalani kumpulan harinya sendiri, dengan proses yang tidak pernah benar benar sama dengan prosesmu, meski usianya terlihat sama.
Tiga, Hasan al Bashri juga berkata, "Diantara tanda berpalingnya Allah dari seorang hamba adalah Allah menjadikan kesibukannya pada hal hal yang tidak bermanfaat baginya." Kalimat ini pantas direnungkan dalam konteks rasa tertinggal. Menghabiskan waktu dan energi untuk terus menerus membandingkan pencapaianmu dengan orang lain, alih alih fokus mengisi kumpulan harimu sendiri dengan sesuatu yang bermakna, adalah bentuk kesibukan yang justru menjauhkanmu dari manfaat yang sesungguhnya bisa kau kejar.
Empat, yang menohok dari semua ini, waktu yang kau habiskan untuk merasa tertinggal, sebenarnya adalah bagian dari kumpulan harimu sendiri yang sedang berkurang, dipakai bukan untuk melangkah maju, tapi untuk menoleh ke belakang dan ke samping, mengukur dirimu dengan penggaris milik orang lain. Setiap hari yang berlalu sambil membandingkan diri, adalah hari yang hilang dari dirimu, tanpa benar benar menjadi bagian dari perjalananmu sendiri.
Kamu tidak sedang berlomba dengan siapa pun. Kumpulan harimu sendiri sedang menipis, dan itulah satu satunya hal yang benar benar jadi urusanmu.
Sumber : SS