Lubuk Siam, 24 Juli 2026 – Dosen dan mahasiswa Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) bertajuk “Pemberdayaan Ibu dalam Pencegahan Permasalahan Gizi pada Balita di Desa Lubuk Siam” pada Jumat (24/7/2026), pukul 09.00 WIB, bertempat di Desa Lubuk Siam.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu serta keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi balita, pencegahan masalah gizi, dan penerapan perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga. Sebanyak kurang lebih 40 peserta yang terdiri atas ibu yang memiliki balita, dan kader kesehatan mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias.
Pengabdian kepada masyarakat ini diketuai oleh Rika Mianna, M.Kes., dengan anggota tim Bdn. Ary Oktora Sri Rahayu, SST., M.Kes.; Bd. Fatma Nadia, SST., M.Kes.; Tia Ramadhani; dan Sinta Mariani. Kolaborasi dosen dan mahasiswa ini merupakan bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam meningkatkan pengetahuan dan memberdayakan masyarakat, khususnya dalam upaya menjaga kesehatan ibu dan anak.
Edukasi Gizi Seimbang dan Pencegahan Stunting
Dalam kegiatan tersebut, tim Pengabmas memberikan edukasi mengenai pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi balita sesuai usia, penerapan pola makan bergizi seimbang, serta pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak. Materi juga menekankan pentingnya peran ibu dan keluarga dalam mengenali risiko permasalahan gizi sejak dini serta membangun kebiasaan hidup sehat di rumah.
Tim menjelaskan bahwa pencegahan permasalahan gizi pada balita memerlukan keterlibatan seluruh anggota keluarga. Pemberian makanan bergizi perlu didukung dengan pola pengasuhan yang baik, kebersihan diri dan lingkungan, serta pemantauan pertumbuhan anak secara berkala melalui posyandu atau fasilitas pelayanan kesehatan.
Selain membahas pemenuhan gizi, kegiatan ini turut menyoroti bahaya paparan asap rokok bagi kesehatan balita. Asap rokok di lingkungan rumah dapat meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan dan berdampak buruk terhadap kesehatan anak. Oleh karena itu, keluarga didorong untuk menerapkan aturan rumah bebas asap rokok, tidak merokok di dalam rumah maupun di dekat anak, serta memastikan balita berada di lingkungan yang lebih sehat dan aman.
Peserta Aktif Berdiskusi tentang Kesehatan Balita
Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para peserta aktif menyampaikan pertanyaan seputar pemenuhan gizi balita, kebiasaan makan anak, penerapan perilaku hidup sehat, serta langkah-langkah untuk melindungi anak dari paparan asap rokok di lingkungan keluarga.
Melalui diskusi tersebut, tim memberikan penjelasan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan edukatif ini diharapkan membantu ibu dan keluarga memahami bahwa pencegahan masalah gizi bukan hanya berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi anak, tetapi juga dipengaruhi oleh pola pengasuhan, kondisi lingkungan, dan kebiasaan hidup keluarga.
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat peran ibu sebagai pengasuh utama sekaligus penggerak perilaku hidup sehat dalam keluarga. Dengan pengetahuan yang memadai, ibu diharapkan mampu mengambil keputusan yang lebih tepat dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, memantau pertumbuhan balita, dan mencegah berbagai faktor risiko yang dapat mengganggu kesehatannya.
Perkuat Peran Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat
Tim Pengabdian kepada Masyarakat menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Lubuk Siam, kader kesehatan, serta seluruh masyarakat yang telah mendukung dan berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui kegiatan ini, IKTA menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kader kesehatan, dan keluarga diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan permasalahan gizi pada balita secara berkelanjutan.
Ke depan, edukasi dan pemberdayaan keluarga diharapkan terus dikembangkan agar semakin banyak orang tua memahami pentingnya gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, serta penciptaan lingkungan rumah bebas asap rokok. Dengan demikian, upaya bersama untuk mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan berkualitas dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan masyarakat. (red/adri)
Editor : Hamriadi