IKTA Edukasi Warga RW 13 Pekanbaru tentang Literasi Informasi Kesehatan Digital Berbasis Informatika Medis

IKTA Edukasi Warga RW 13 Pekanbaru tentang Literasi Informasi Kesehatan Digital Berbasis Informatika Medis
IKTA Edukasi Warga RW 13 Pekanbaru tentang Literasi Informasi Kesehatan Digital Berbasis Informatika Medis

PEKANBARU – Tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan sosialisasi literasi informasi kesehatan digital berbasis informatika medis bagi warga RW 13, Jalan Sidodadi, Pekanbaru, pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al Ikhlas tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi kesehatan yang benar, memanfaatkan aplikasi kesehatan digital secara bijak, serta mencegah risiko kesalahan penanganan medis akibat informasi yang tidak terverifikasi.

Kegiatan ini menyasar berbagai kelompok masyarakat, meliputi tokoh masyarakat, pengurus Masjid Al Ikhlas, ibu-ibu majelis taklim, pemuda-pemudi, serta warga lanjut usia. Sosialisasi dilaksanakan sebagai respons terhadap meningkatnya penyebaran informasi kesehatan melalui media digital, termasuk hoaks, mitos pengobatan, dan informasi penggunaan obat yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian memberikan edukasi mengenai cara mengenali sumber informasi kesehatan yang tepercaya. Warga diperkenalkan dengan sumber informasi resmi, seperti Kementerian Kesehatan, publikasi ilmiah, dan platform konsultasi kesehatan yang terverifikasi. Peserta juga memperoleh pemahaman tentang cara memeriksa kebenaran artikel, pesan berantai, serta berbagai tips kesehatan yang beredar di media sosial dan grup percakapan digital.

Materi selanjutnya membahas pemanfaatan aplikasi kesehatan digital, termasuk layanan telemedisin, pengelolaan informasi rekam medis pribadi, dan sistem rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Dalam sesi ini, masyarakat diingatkan mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan data kesehatan keluarga serta memahami batasan konsultasi daring, terutama ketika kondisi kesehatan membutuhkan pemeriksaan langsung oleh tenaga medis.

Untuk memperkuat pemahaman, tim pelaksana mengadakan simulasi interaktif menggunakan telepon pintar milik peserta. Warga mempraktikkan cara mencari informasi obat dari sumber tepercaya, memeriksa legalitas izin edar produk melalui Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta mengenali tanda bahaya kesehatan yang memerlukan penanganan segera oleh tenaga medis.

Sesi diskusi berlangsung interaktif. Peserta, terutama pengurus masjid, ibu-ibu majelis taklim, dan warga lanjut usia, berkesempatan menyampaikan pertanyaan mengenai informasi kesehatan yang sering mereka temukan di media sosial. Melalui diskusi tersebut, warga didorong untuk tidak langsung mempercayai atau menerapkan tips kesehatan yang viral tanpa memeriksa kebenaran dan keamanan informasinya.

Kegiatan ditutup dengan pembagian lembar panduan ringkas literasi kesehatan digital, pembacaan doa bersama, dan dokumentasi. Melalui sosialisasi ini, masyarakat RW 13 diharapkan semakin kritis dalam menerima informasi kesehatan, mampu memanfaatkan teknologi digital secara bertanggung jawab, serta lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait kesehatan diri dan keluarga.

Penerapan perspektif informatika medis dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan dapat memperkuat literasi kesehatan digital di tingkat komunitas. Dengan keterampilan memilah informasi, menjaga privasi data, dan mengenali kondisi yang membutuhkan pertolongan medis, warga diharapkan dapat berperan aktif dalam membangun keluarga yang lebih sehat, mandiri, dan tangguh menghadapi tantangan informasi kesehatan di era digital.

Editor : Buliran News
Tag: