Landzaat dan Pastoor ke Ternate, Sehari Menjelajah Sejarah dan Keindahan Alam di Kota Rempah

Landzaat dan Pastoor ke Ternate, Sehari Menjelajah Sejarah dan Keindahan Alam di Kota Rempah
Landzaat dan Pastoor ke Ternate, Sehari Menjelajah Sejarah dan Keindahan Alam di Kota Rempah

Dua pelatih pendamping Timnas Indonesia, yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat, melakukan kunjungan ke Ternate, Maluku Utara, untuk menyaksikan pertandingan Liga 1 pada pekan ke-22 musim 2024-2025 antara Malut United dan Borneo FC di Stadion Gelora Kie Raha, pada Senin malam, tanggal 10 Februari 2025.

Mereka tampak antusias dalam unggahan Instagram Story mereka saat tiba di Ternate. Mereka memulai perjalanan mereka dengan mengunjungi Stadion Gelora Kie Raha, markas kandang Malut United, dan berbicara dengan staf pelatih tim tuan rumah.

Selain menjalankan tugas utamanya, mereka langsung memanfaatkan waktu untuk mengeksplorasi keindahan dan kekayaan sejarah Ternate, yang terkenal sebagai Kota Rempah.

Mengelilingi dan menikmati suasana kota yang memiliki latar belakang sejarah panjang dalam perdagangan rempah-rempah dunia.

Mengunjungi Situs Warisan Sejarah di Benteng Oranje

Destinasi pertama yang dikunjungi adalah Benteng Oranye, salah satu warisan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1607.

Pertahanan ini dulunya berperan sebagai pusat pemerintahan VOC di Ternate dan kini telah direnovasi dengan taman serta fasilitas pariwisata.

Saat tiba, Alex Pastoor dan Denny Landzaat tampak sangat antusias untuk menjelajahi setiap sudut benteng yang masih berdiri tegap. Mereka mengabadikan momen tersebut dengan berfoto di depan gerbang utama.

"Ternate kota rempah," ujar Alex Pastoor.

Denny Landzaat, yang memiliki keturunan Maluku dari ibunya, tampak lebih terpikat oleh bangunan tua yang penuh cerita masa lalu.

"Wonderful Ternate," katanya.

Menggali Kisah Rempah di Museum Rempah

Setelah meninggalkan Benteng Oranje, perjalanan dilanjutkan ke Museum Rempah yang berada tidak jauh dari sana.

Museum ini menyimpan catatan sejarah perjalanan perdagangan rempah dari masa Kesultanan Ternate hingga saat bangsa Eropa bergabung dalam jalur perdagangan global.

Di dalam museum, kedua asisten pelatih Belanda itu menyaksikan berbagai koleksi yang menunjukkan peran Ternate sebagai penghasil pala dan cengkeh.

Komoditas utama yang menjadi penyebab utama kedatangan bangsa Eropa ke Nusantara beberapa abad yang lalu.

Menikmati Keindahan Pantai Jikomalamo

Setelah mengetahui sejarahnya, mereka kemudian menuju Pulau Jikomalamo, salah satu tempat yang tidak banyak diketahui orang dengan keindahan alam yang sangat menakjubkan. Pulau ini terletak di Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, dan memerlukan waktu sekitar 40 menit perjalanan dari pusat kota.

Setibanya di sana, mereka disambut oleh keindahan laut yang begitu jernih dengan gradasi warna biru kehijauan. Dari kejauhan, Pulau Hiri tampak kokoh menambah keindahan pemandangan.

Mereka berfoto bersama anak-anak yang sedang bermain di tepi pantai tanpa ragu-ragu. Sambil menikmati keindahan alam Ternate, mereka juga mencicipi es kelapa muda yang segar yang dijual di pinggir pantai.

Selain kelapa muda, para wisatawan dapat menikmati kuliner khas Ternate seperti pisang "mulu bebe" yang disajikan dengan sambal dabu-dabu asli Maluku. Kombinasi rasa segar dan pedas dari sambal dabu-dabu membuat pengalaman makan mereka di Ternate begitu menarik.

Menonton Pertandingan Malut United vs Borneo FC

Setelah puas menjelajahi singkat sejarah dan keindahan alam Ternate, malam harinya Alex Pastoor dan Denny Landzaat menuju Stadion Gelora Kie Raha untuk menyaksikan pertandingan Malut United melawan Borneo FC yang berakhir 3-0.

Kompetisi ini mendapat perhatian khusus karena beberapa pemain yang sangat berpotensi mungkin akan bergabung dalam tim nasional Indonesia di masa depan.

Mereka keduanya mengamati pertandingan dengan penuh perhatian sambil mengenakan atasan batik.

Mereka berbicara dan mencatat beberapa hal penting tentang kemampuan para pemain yang bermain di lapangan.

Editor : Buliran News
Tag: