HUTAN atau gunung adalah tempat hidup dari banyak hewan liar, karena itulah sebagai penggiat alam bebas seyogyanya memperhatikan kondisi alam, mengantisipasi kecelakaan, dan perlindungan dari bahaya hewan liar demi keamanan dan keselamatan.Wawan Setiawan, salah seorang penggiat olahraga naik gunung, bercerita bahwa binatang liar adalah salah satu hal yang wajib diwaspadai saat mendaki. Sebab, ada kalanya binatang tersebut akan menyerang jika keberadaan kita mengganggu ketengangan mereka.
Pria berkaca mata ini menyebutkan, salah satu hal yang harus dilakukan agar terhindar dari ancaman binatang liar adalah dalam hal pemilihan lokasi camping.
"Sebisa mungkin bikinlah tenda di pos pos yang sudah ditentukan oleh pengelola, jangan terlalu dekat dengan sumber air. Selain itu, bersihkan sisa makanan dari plastik dengan memasukkannya ke dalam wadah yang tak mengeluarkan bau. Sebab, binatang sangat peka dengan aroma makanan," ucapnya.Hal lain yang bisa dilakukan agar tak memancing berdatangan binatang liar adalah dengan menaburkan garam di sekitar tenda.
Berikut tips aman dari binatang liar saat melakukan pendakian seperti diutarakan Wawan Setiawan selain tips di atas :
1.Jauhi hewan yang sedang bersama anaknyaSemua hewan liar umumnya akan menghindari manusia, kecuali jika merasa terpojok atau terancam. Salah satu hal yang bisa membuat hewan liar menyerang adalah ketika ia bersama anaknya. Naluri melindungi anak pada hewan begitu tinggi, begitu ia melihat ada manusia yang bisa mengganggu anaknya, secara alami ia akan lebih agresif untuk melindungi anaknya.
2.Hindari perjalanan pada malam hari
Kebanyakan hewan buas, seperti macan,aktif pada malam hari atau nokturnal.Salah satu cara agar terhindar dari ancaman hewan buas adalah mendaki pada pagi atau siang hari. Hentikan segala aktivitas pada malam hari, agar resiko berjumpa hewan buas sangat kecil.
3. Jangan panik saat bertemu ularSebagian besar ular yang ada di Indonesia tidak berbisa. Kemungkinan untuk bertemu ular berbisa pun hanya 6-8% saja.Jadi, jangan terlalu takut saat bertemu ular. Kalaupun Anda melihat ular secara tidak sengaja saat menjelajah hutan atau gunung, jangan langsung panik. Cukup diam di tempat, tenangkan diri dan perhatikan kulit ular. Ular yang berbisa umumnya memiliki kulit mengkilap. Jangan ganggu ular dengan lemparan batu atau suara ribut. Suasana sekitar yang tenang membuat ular merasa aman, sehingga tidak menyerang ataupun pergi menghindar.
4. Gunakan pakaian lengkap, jangan terlalu terbuka
Penting sekali memerhatikan pakaian saat mendaki gunung. Gunakan sepatu boot, celana dan baju lengan panjang. Jangan lupa juga untuk mengenakan topi. Sepatu boot bisa menghindari Anda dari gigitan hewan buas yang berada di tanah.Begitu juga dengan celana dan baju lengan panjang, ini bisa menghindari Anda dari pacet atau lintah yang banyak ditemukan di gunung atau hutan. Topi melindungi kepala Anda dari kejatuhan hewan berbahaya yang mungkin saja jatuh dari atas pohon.
5. Jangan gunakan parfum atau sabunParfum atau sabun umumnya menghasilkan aroma segar yang bisa mengundang serangga, seperti lebah dan tawon. Tidak menggunakan parfum atau sabun sebelum mendaki bisa menghindari Anda dari sengatan lebah.
6. Jangan duduk di pohon tumbang atau batu besarKetika lelah, sebaiknya jangan duduk di pohon tumbang atau batu besar, kecuali sudah diperiksa terlebih dahulu. Ular atau kalajengking umumnya senang bersembunyi di sela-sela batu dan kayu. Dengan berhati-hati saat istirahat, Anda telah menghindar dari ancaman hewan buas.
Pilihlah dengan seksama tempat untuk istirahat ,hindari bangunan tua tak berpenghuni/kosong/lapuk,pohon berlobang,goa yang masih rimbun,sungai dengan aliran tenang dan sebagainya.
7. Perhatikan Tempat CampingJika akan Camping perhatikan pada saat membangun tenda, jangan membangun tenda di tempat yang banyak ditumbuhi rumput liar atau semak belukar, dan juga jangan terlalu dekat dengan jalur air, karena biasanya banyak terdapat serangga atau ular yang memanfaatkan tempat tersebut untuk bersembunyi. Dan yang paling penting bangunlah tenda di tempat yang terjangkau sinar matahari, karena di tempat yang terang biasanya akan lebih jarang terdapat binatang liar. ***
Editor : Buliran News