Jika pengajuan KUR Anda ditolak, jangan langsung berkecil hati. Banyak pelaku usaha yang gagal pada pengajuan pertama, namun berhasil setelah melakukan perbaikan dengan mengetahui penyebab-penyebabnya berikut.
Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah salah satu program pembiayaan pemerintah yang ditujukan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan modal usaha, namun memiliki keterbatasan jaminan.
Sayangnya, tidak semua pengajuan KUR berakhir dengan persetujuan.
Banyak pelaku usaha yang pengajuan pinjamannya ditolak atau gagal, padahal merasa sudah memenuhi syarat dasar.
Lantas, apa sih yang membuat pengajuan KUR ditolak oleh pihak bank?
Sekilas Tentang KUR
KUR adalah program pembiayaan yang disediakan untuk mendukung UMKM yang produktif, namun belum memiliki agunan cukup.
Kredit ini terbuka bagi seluruh Warga Negara Indonesia yang menjalankan usaha secara aktif.
Fokus utama program pinjaman KUR, sebagai berikut:
- Meningkatkan akses pembiayaan bagi UMKM.
- Mendorong pertumbuhan dan daya saing pelaku usaha kecil.
- Membantu menciptakan lapangan kerja baru.
- Menggerakkan ekonomi lokal dan nasional.
Banyak bank dan lembaga pembiayaan menyalurkan KUR dalam beberapa kategori, seperti KUR Mikro, KUR Super Mikro, KUR Kecil, KUR TKI, hingga KUR Khusus.
Masing-masing jenis KUR memiliki ketentuan dan plafon yang berbeda. Proses evaluasinya bisa memakan waktu 7 hingga 14 hari kerja sejak dokumen dinyatakan lengkap.
Ciri-Ciri Pengajuan KUR Anda Kemungkinan Besar Ditolak
Bagi Anda yang sedang mengajukan atau baru saja mengirim berkas KUR, beberapa ciri di bawah ini dapat menjadi indikasi awal, bahwa pengajuan KUR Anda mungkin tidak disetujui:
1. Tidak Ada Tindak Lanjut dari Pihak Bank
Jika bank tidak menghubungi Anda setelah pengajuan, bisa jadi dokumen Anda belum lengkap atau tidak lolos seleksi awal.
Pada umumnya, pihak bank akan menelepon atau mengirim pemberitahuan jika dokumen dinilai layak untuk ditinjau lebih lanjut.
Ketidakhadiran respons, adalah sinyal pertama yang perlu Anda waspadai.
2. Survei Tidak Dilaksanakan atau Tidak Dijalankan Secara Serius
Bank atau lembaga penyalur KUR akan melakukan survei untuk menilai langsung kondisi usaha Anda.
Jika proses survei tidak terjadi, terlalu lama ditunda, atau dilakukan dengan terburu-buru tanpa penggalian informasi, maka besar kemungkinan pengajuan KUR Anda tidak diprioritaskan.
Bahkan saat survei berlangsung, petugas akan menggali informasi usaha dan keuangan Anda.
Jika proses ini terasa formalitas belaka, Anda patut waspada, karena ada kemungkinan pengajuan KUR ditolak.
3. Tidak Diminta Dokumen Tambahan
Setelah survei, umumnya bank akan meminta dokumen lanjutan, seperti Surat Izin Usaha, pas foto terbaru, atau meminta Anda membuka rekening baru.
Jika permintaan tersebut tidak terjadi, kemungkinan besar proses sudah dihentikan tanpa pemberitahuan resmi.
Bank hanya akan melanjutkan proses bagi debitur yang dinilai layak.
4. Tidak Ada Undangan untuk Menandatangani Perjanjian Kredit
Tahap akhir dari proses pengajuan KUR, adalah penandatanganan Perjanjian Kredit (PK).
Jika Anda tidak mendapatkan undangan ke bank untuk penandatanganan ini, maka hampir bisa dipastikan, bahwa pengajuan Anda telah ditolak secara tidak langsung.
Inilah alasan mengapa penting untuk aktif memantau proses dan menghubungi pihak bank jika terjadi keterlambatan.
Penyebab Umum Pengajuan KUR Ditolak
Mulai dari usaha Anda yang tidak memenuhi kriteria, dokumen yang tidak lengkap, adanya riwayat kredit buruk, hingga tidak adanya jaminan yang memenuhi syarat, adalah beberapa penyebab pengajuan KUR Anda ditolak.
Berikut adalah penyebab-penyebabnya:
1. Usaha Tidak Memenuhi Kriteria
Syarat umum pengajuan KUR, adalah usaha harus telah berjalan minimal 6 bulan.
Jika usaha Anda baru dimulai, maka pihak bank akan menilai risiko untuk memberikan Anda pinjaman sejumlah uang terlalu tinggi.
Selain itu, jenis usaha yang bersifat musiman, tidak berkelanjutan, atau tidak produktif juga tidak memenuhi ketentuan program KUR.
Oleh karena itu, sebelum mengajukan KUR, pastikan usaha Anda stabil dan sudah berjalan dalam jangka waktu yang disyaratkan, serta memiliki bukti aktivitas seperti laporan keuangan sederhana, catatan omzet, atau testimoni pelanggan.
2. Dokumen Tidak Lengkap atau Bermasalah
Kelengkapan dan validitas dokumen adalah syarat mutlak, dan bisa menjadi penyebab mengapa pengajuan KUR Anda ditolak.
Dokumen, seperti KTP, Kartu Keluarga, Surat Izin Usaha, dan dokumen pendukung lainnya akan menjadi dasar penilaian bank.
Jika ada dokumen yang tidak lengkap atau meragukan keasliannya, pengajuan akan langsung gugur.
Sebelum Anda mengajukan semua dokumen ke pihak bank atau lembaga penyalur KUR, periksa ulang kelengkapan dokumen dan pastikan semuanya sah, masih berlaku, dan sesuai identitas.
3. Catatan Kredit Buruk
Sebelum memberikan pinjaman kepada pemilik usaha, pihak bank akan melihat riwayat kredit Anda melalui sistem informasi debitur (SID).
Jika Anda pernah mengalami kredit macet, memiliki tunggakan di lembaga keuangan lain, atau skor kredit rendah, maka pengajuan akan sangat berisiko ditolak.
Sebelum mengajukan pinjaman baru, lunasi terlebih dahulu semua tunggakan Anda dan perbaiki reputasi kredit Anda dalam beberapa bulan sebelumnya.
4. Pendapatan Tidak Memadai
Salah satu kriteria utama yang dinilai bank adalah kemampuan membayar. Jika penghasilan Anda tidak mencukupi untuk menutupi cicilan bulanan, atau Anda memiliki banyak pinjaman aktif, maka pihak bank akan ragu menyetujui kredit baru.
Untuk menyakinkan bank kalau Anda memiliki penghasilan yang bagus, buat laporan keuangan sederhana yang menunjukkan arus kas usaha Anda.
5. Jaminan Tidak Memenuhi Kriteria (untuk KUR tertentu)
Adanya jaminan yang tidak dapat memenuhi kriteria juga bisa menjadi penyebab pengajuan KUR Anda ditolak.
Walau KUR pada prinsipnya tidak mensyaratkan agunan tambahan, beberapa jenis KUR tetap memerlukan jaminan jika nilai pinjaman Anda besar.
Jika jaminan yang Anda ajukan tidak bernilai cukup atau tidak sesuai dengan ketentuan bank, maka permohonan Anda bisa ditolak.
6. Rencana Penggunaan Dana Tidak Jelas
Bank ingin memastikan, bahwa dana KUR yang mereka berikan dan Anda gunakan untuk mendukung produktivitas usaha.
Jika Anda tidak bisa menjelaskan rencana penggunaan dana secara konkret, maka pengajuan Anda akan diragukan.
7. Hasil Survei Menunjukkan Usaha Tidak Layak
Jika hasil survei menunjukkan, bahwa usaha Anda tidak beroperasi aktif, tidak memiliki aset produktif, atau keuangannya tidak transparan, maka pengajuan dapat langsung ditolak tanpa pemberitahuan eksplisit.
Mengenal KUR Bank BRI
Bank BRI, adalah salah satu bank penyedia Kredit atau investasi kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak.
Berdasarkan laman resmi bank BRI, untuk KUR Mikro, maksimal pinjaman yang bisa Anda dapatkan, yaitu sekitar Rp50 juta, dengan masa pinjaman maksimal tiga tahun.
Sedangkan, KUR Kecil Bank BRI, Anda bisa mendapatkan pinjaman mulai dari Rp50 juta hingga maksimal Rp500 juta, dengan tenor empat tahun.
Berikut syarat KUR Mikro dan KUR Kecil bank BRI:
- Individu (perorangan) yang melakukan usaha produktif dan layak.
- Menjalankan usaha secara aktif minimal 6 bulan.
- Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif, seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit.
- Syarat administrasi : KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha.
- KUR Kecil: Memiliki Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat ijin usaha lainnya.