Gubernur Luthfi Akui Jateng Provinsi Termiskin di Jawa, Netizen: Tapi Mampu Bagi-bagi Duit Miliaran Rupiah Untuk Ormas

Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Tengah.
Gubernur dan wakil Gubernur Jawa Tengah.

Buliran.com - Semarang,

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengakui bahwa provinsinya menjadi daerah termiskin se-Pulau Jawa. Dirilis salah satu media saat Gubernur Jawa Tengah memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (30/4/2025). Dia menyatakan angka kemiskinan di Jawa Tengah masih sangat tinggi.

Ahmad Luthfi menyebut, berdasarkan data terakhir, jumlah penduduk miskin di Jawa Tengah mencapai 9,58 juta jiwa, Selasa (3/6/2025).

"Di antara provinsi di Pulau Jawa, angka kemiskinan kita paling tinggi. Kita menang hanya dari Jogja," kata Ahmad Luthfi waktu itu.

Belakang heboh di medsos, setelah Pemprov Jawa Tengah Anggarkan Dana Hibah Ormas Rp 125 Miliar, berharap melalui anggaran itu, ormas mampu membuat program yang berguna untuk publik.

Luthfi mengatakan pihaknya punya strategi dan komitmen kuat untuk menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah. Salah satu pendekatannya dengan memperkuat konektivitas dan sinergi antarwilayah, salah satunya dengan mengangarkan hibah untuk ormas pada tahun ini. Hibah tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Jawa Tengah.

Diketahui, Dana hibah tersebut rencananya akan dikucurkan kepada 1.248 ormas di Jawa Tengah. Hingga kini sebanyak 44,3 persen dari total anggaran tersebut atau sekitar Rp 55,5 miliar telah disalurkan kepada 567 ormas.

"Dana hibah ini merupakan bagian dari APBD yang setiap tahun kami alokasikan untuk merangkul organisasi-organisasi kemasyarakatan di Jawa Tengah," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin di Semarang, (20/5/2025).

Jumlah ormas yang menerima hibah tersebut masih jauh dibandingkan yang terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Jawa Tengah. "Sampai saat ini tercatat ada 2.044 ormas berbadan hukum di Jawa Tengah," sebut Taj Yasin.

Netizen: Provinsi termiskin tapi mampu bagi bagi duit miliaran rupiah untuk organisasi kemasyarakatan.

(Choirur R).

Editor : Redaktur Buliran