Buliran, Paser– Setelah dua hari upaya pencarian yang intensif, tim SAR akhirnya menemukan potongan tubuh korban yang diterkam buaya di Sungai Sangkuranai, Desa Kerang, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser.
Korban, M H (36), seorang wiraswasta asal Desa Kerang, diterkam buaya saat sedang menjala udang di sungai tersebut pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 14.30 Wita.
Pada hari Minggu, korban yang didampingi saksi, R (43), sedang menjala udang di sekitar Sungai Sangkuranai Blok C47/48, PT. Pradiksi Gunatama Tbk. Tiba-tiba, saksi mendengar teriakan korban dan melihatnya diterkam oleh seekor buaya. Korban kemudian diseret ke dalam sungai, sementara saksi berusaha mencari pertolongan dan segera melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.
Setelah menerima laporan, berbagai pihak terkait bergerak cepat. Tim SAR yang terdiri dari Satpolairud Polres Paser, Polsek Batu Engau, Koramil 08/Batu Engau, Basarnas Balikpapan, BPBD Kab. Paser, Satpol PP Kab. Paser, PMI Kab. Paser, serta Damkar Kab. Paser, bersama dengan masyarakat setempat, melakukan pencarian yang dilakukan hingga dua hari berturut-turut.
Pada pagi hari, sekitar pukul 07.00 Wita, warga menemukan potongan tubuh yang diduga milik korban, sekitar 200 meter ke arah hulu dari lokasi kejadian. Kemudian, sekitar 500 meter hilir dari TKP, ditemukan potongan kaki sebelah kanan yang juga diduga milik korban. Meski begitu, hingga saat ini, bagian tubuh lainnya seperti kepala dan tangan kiri korban belum ditemukan.
Pihak kepolisian setempat melakukan evakuasi terhadap potongan tubuh yang ditemukan dan langsung membawanya ke rumah duka untuk pemakaman. Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban, sesuai dengan keputusan keluarga. Pemakaman berlangsung pada pukul 11.30 Wita di Pemakaman Umum Desa Petangis, RT 01.
Pencarian terhadap sisa tubuh korban yang hilang, termasuk kepala dan tangan kiri, masih terus dilakukan. Tim SAR akan melanjutkan pencarian pada hari berikutnya.
Masyarakat sekitar turut serta dalam upaya pencarian ini, menunjukkan kerjasama yang solid antara tim SAR dan warga setempat.
Kapolsek Batu Engau, yang memimpin langsung operasi pencarian, menyampaikan apresiasi terhadap kerjasama semua pihak yang terlibat. "Kami sangat berterima kasih atas partisipasi aktif masyarakat dan seluruh tim SAR. Pencarian ini merupakan contoh nyata solidaritas dalam menangani bencana dan musibah di wilayah kita," ujar Kapolsek.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di wilayah rawan buaya. Pihak berwenang juga menghimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati ketika beraktivitas di sekitar perairan yang diketahui menjadi habitat buaya.
Pencarian masih berlangsung, dan masyarakat diminta untuk tetap mengikuti perkembangan informasi lebih lanjut melalui saluran resmi. (Red).
Editor : Buliran NewsSumber : Tim buru berita