PEKANBARU – Dosen Program Studi Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA), melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pencegahan Bendungan ASI pada Ibu Menyusui melalui Edukasi Permasalahan Payudara” di Rumah Bersalin Yasmita Nora, Pekanbaru, pada 8 Agustus 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran ibu menyusui mengenai pencegahan serta penanganan awal bendungan air susu ibu (ASI) dan berbagai permasalahan payudara selama masa laktasi.
Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tiga dosen Program Studi Kebidanan IKTA, yakni Bdn. Rika Ruspita, SST., M.Kes., Bdn. Komaria Susanti, SST., M.Kes., dan Bdn. Hirza Rahmita, S.Tr.Keb., M.Keb., dengan melibatkan dua orang mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan turut mendapat dukungan dari pimpinan Rumah Bersalin Yasmita Nora, Bdn. Yasmita Nora, S.Keb., yang mendukung kelancaran kegiatan edukasi bagi para ibu menyusui.
Dalam kegiatan tersebut, tim PkM memberikan edukasi mengenai bendungan ASI, mulai dari pengertian, penyebab, tanda dan gejala, hingga upaya pencegahan dan penanganan awal yang dapat dilakukan oleh ibu menyusui. Materi disampaikan secara interaktif dan komunikatif agar peserta lebih mudah memahami informasi serta mampu mengenali gejala permasalahan payudara yang dapat muncul selama proses menyusui.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui sesi ini, peserta memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan dan berbagi pengalaman terkait berbagai kendala yang dihadapi selama masa menyusui. Pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu ibu menyusui memahami pentingnya perawatan payudara, pengosongan ASI secara efektif, serta penerapan teknik menyusui yang tepat untuk mengurangi risiko terjadinya bendungan ASI.
Tim pelaksana menekankan bahwa pengetahuan mengenai kesehatan payudara selama masa laktasi merupakan bagian penting dalam mendukung kenyamanan ibu dan kelancaran pemberian ASI. Ibu menyusui juga perlu mengenali tanda-tanda yang memerlukan pemeriksaan tenaga kesehatan, terutama apabila mengalami demam, kemerahan yang meluas, nyeri yang semakin berat, atau keluhan yang tidak membaik.
Antusiasme peserta selama kegiatan terlihat melalui partisipasi dalam diskusi dan sesi tanya jawab. Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam proses edukasi, sehingga informasi yang diberikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga berkaitan dengan pengalaman dan kebutuhan ibu menyusui dalam kehidupan sehari-hari.Melalui kegiatan PkM ini, dosen dan mahasiswa IKTA berupaya memperkuat peran perguruan tinggi dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan ibu dan anak. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan ibu menyusui dalam mengenali, mencegah, dan mengambil langkah yang tepat ketika menghadapi permasalahan payudara selama masa laktasi.
Edukasi tersebut juga diharapkan dapat mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif melalui peningkatan pengetahuan ibu tentang praktik menyusui yang tepat dan pentingnya memperoleh bantuan tenaga kesehatan apabila mengalami kendala. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata IKTA dalam mendukung peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kota Pekanbaru. (red/adri)
Editor : Hamriadi