TAK KENAL MAKA TAK SAYANG, TAK SAYANG MAKA TAK CINTA, Jika rasa cinta itu tak ada, maka kebersamaan takkan pernah bisa dijalani.Hal inilah sebenarnya yang menjadi alasan majunya Ir Nofil Anoverta Datuak Rajo Batuah untuk turut bersaing memperebutkan kursi Bukittinggi 1.
[caption id="attachment_24197" align="alignnone" width="250"]
MENDAFTAR - Ir Nofil Anoverta saat mendaftarkan diri sebagai calon walikota ke KPU Kota Bukittinggi.[/caption]Seberapa besar cinta pria ramah yang sehari harinya berprofesi sebagai pengusaha ini pada Kota Bukittinggi?.
"Jangan ditanya seberapa besar cinta saya pada kota ini, rasanya apa yang saya dapatkan hari ini adalah berkah yang saya terima dari Kota Bukittinggi," kata Uda Nofil dalam banyak kesempatan.Ya, rasa cinta yang sangat besar "memaksa" Sang Datuk untuk pulang ke kampung membenahi Kota Bukittinggi menjadi lebih baik, berkembang dan modern tanpa meninggalkan identitasnya sebagai kota wisata nan sarat dengan sejarah negeri ini.
[caption id="attachment_24198" align="alignnone" width="250"]
AKRAB - Ir Nofil Anoverta juga dikenal sangat dekat dengan ulama besar Indonesia, Ustadz Das'at Latif.[/caption]Nofil Anoverta lahir di Kota Padang pada 5 November 1970. Terlahir sebagai anak tertua dari 5 bersaudara dari pasangan Drs. H. Nazwar Kamin dan Hj. Iswarni, tentunya jiwa kepemimpinan sudah dimilikinya sedari kecil.
Calon walikota dari perseorangan ini. dibesarkan di rumah dinas Pemda Bukittinggi. Mulai dari komplek APDN ( yang sekarang jadi bagian RS Ahmad Muhtar ) kemudian pindah ke rumah dinas di Belakang Balok.Ayahanda NovilĀ adalah lulusan APDN ( Akademi Pemerintahan Dalam Negeri ) dan IIP ( Institut Ilmu Pemerintahan ) yang menurut informasi dari mantan dosennya, merupakan siswa APDN paling populer di jamannya.
[caption id="attachment_24199" align="alignnone" width="250"]
HANGAT - Ir Nofil Anoverta juga sangat hangat dan dekat dengan keluarga.[/caption]Drs Nazwar Kamin dikenal sebagai pribadi yang pintar, ganteng, berwibawa dan mudah bergaul dengan siapapun sehingga menjadikannya bisa bergaul dengan siapapun.
Apa yang melekat pada Sang Ayah. turun kepada pria yang dikenal dekat dengan Ustadz Das'at Latif ini.Nofil Anoverta juga dikenal sebagai pribadi yang pintar, ganteng dan mudah bergaul dengan semua kalangan masyarakat.
[caption id="attachment_24200" align="alignnone" width="250"]
DEKAT - Meski berstatus sebagai calon walikota, Ir Nofil Anoverta tetap dekat dengan masyarakat.[/caption]Ayahanda Nofil, dalam perjalanan karirnya, pernah dipercaya sebagai Camat, Kabag Pembangunan, Kepala Dinas Pasar dan Kepala Dispenda.
"Ayah meninggal saat berusia 50 tahun. Beliau waktu itu dipercaya sebagaiĀ Kepala BP 7 ( Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila ) Kota Bukittinggi akibat serangan jantung," ucap Nofil menerawang.[caption id="attachment_24201" align="alignnone" width="250"]
KOLEGA - Ir Nofil Anoverta selalu menjaga hubungan baik dengan koleganya.[/caption]
Kepergian Sang Ayah yang menjadi panutannya, tentu sajacmembuatnya terguncang, sebab saat itu Nofil masih berusia 20 tahun dan masih kuliah semester 3 di jurusan Teknik Sipil Universitas Parahiangan Bandung.Meskipun berstatus sebagai anak seorang Pamong Praja, Nofil melalui masa kecil dan remajanya, seperti kebanyakan anak-anak lainnya di Kota Bukittinggi.
Nofil tercatat lulus dari SD 10 Benteng tahun 1984. Lalu melanjutkan ke SMP 1 Bukittinggi yang diselesaikan tahun 1987.Setamat SMP, Nofil pun diterima sebagai murid di SMA 1 Bukittinggi yang berhasil diselesaikannya tahun 1990.
Sambil tersenyum, Nofil mengingat sebuah perjalanan hidupnya yang sangat berkesan, dimana Nofil ditantang berkelahi oleh temannya yang bernama Avicenna.[caption id="attachment_24202" align="alignnone" width="250"]
DIMANA SAJA - Seorang Ir Nofil Anoverta selalu dekat dengan masyarakat, dimana saja tokoh muda ini bisa selalu dengan mudah ditemui.[/caption]
"Namanya anak-anak, tantangan itu saya terima dan ternyata saya bisa mengalahkannya. Padahal beberapa tahun kemudian, Avicenna dikenal sebagai pesilat tangguh Satria Muda," ucapnya.Menurut cerita Avicenna sendiri, karena kalah berkelahi dengan Nofil-lah yang kemudian memotivasi dirinya untuk giat berlatih silat dengan Pendekar Silek Harimau, Uda Edwel Yusri dan Pendekar Uda Kobar.
"Justru setelah perkelahian itu, saya dan Avicenna kemudian menjadi sahabat karib bahkan hingga saat ini," tambahnya.Nofil yang mewarisi kepintaran, kegagahan dan pergaulan yang luas, sedari kecil memang sudah terbiasa memperjuangkan cita citanya, melakukan langkah yang tidak terpikirkan oleh yang lain.
Karena bercita cita menjadi seorang Insinyur, Nofil belajar sangat tekun bahkan mendapat bimbingan langsung dari Pak Syarfi, guru Fisika Kimia yg sangat populer di Bukittinggi.Di SMA Nofil juga mengasah bakat kepemimpinannya, disamping menjadi "Pemimpin Informal" diantara kawan-kawannya, Nofil juga menjadi Ketua Kelas 3 Fis 1, kelas para jawara , karena merupakan kelas unggulan, kumpulan pelajar dengan rangking atas pada saat itu . Nofil juga mendukung kegiatan OSIS dengan ikut menjadi pengurus.
Dari Kota Bukittinggi, Nofil Anoverta melanjutkan pendidikannya ke Kota Bandung, tepatnya ke Universitas Parahiangan.Kepergian Sang Ayah saat Nofil baru saja menyelesaikan ujian semester 2, membuatnya harus mengambil alih peran Ayahanda tercinta Drs Nazwar Kamin.
Sbagai anak tertua, Nofil kemudian mengambil alih tanggung jawab almarhum ayahnya ,untuk meneruskan kelangsungan hidup keluarga.Nofil kemudian membantu Ibunda Hj Iswarni, untuk mengendalikan roda kehidupan keluarga agar tetap berjalan dengan baik.
Di usia muda,Nofil telah terbiasa menghadapi tantangan, sehingga hal itu menjadi bekal hidupnya dalam menghadapi berbagai persoalan.Setelah 33 tahun berlalu, Nofil teringat dengan perjuangan ayahanda Nazwar Kamin dalam membangun Kota Bukittinggi.
Terminal dan Pasar Aur Kuning, Jalan Bypass merupakan legacy, hasil karya Pemda Bukittinggi termasuk Ayahanda Nazwar Kamin di masa itu."Setelah 33 tahun berlalu, saya belum melihat lagi ada pembangunan yang seperti itu di Kota Bukittinggi," kata Nofil pula.
Sebagai Rang Rantau yang dibesarkan di Bukittinggi, terasa sekali "Kampuang Maimbau" menunggu kiprahnya."Saya merasa terpanggil untuk meneruskan cita-cita dan karya yang pernah dilakukan Ayah di Kota Bukittinggi," ucapnya.
Pengalaman yang didapat setelah melanglang buana ke seantero negeri serta mendengarkan masukan dan dukungan dari berbagai pihak, menjadi alasan baginya untuk bertarung di Pilkada 2024.Berbeda dengan kandidat lain yang maju menggunakan partai politik, Nofil Anoverta maju Nofil melalui jalur Independen.
"Dengan jalur Independen, tentunya saya akan bertemu dengan banyak masyarakat serta mendengar aspirasi dan keluhan warga secara langsung," tuturnya.Walaupun sempat ditawarkan sejumlah partai untuk mengusungnya, Nofil tetap memilih jalur independen, dia tidak mau nantinya berhutang politik kepada partai, sehingga kebijakannya nanti akan tersandera oleh kepentingan partai.
Kepentingan masyarakat dan Kota Bukittinggi, kata dia menjadi prioritas utama yang tak boleh diganti dengan kepentingan lainnya.Agak berbeda dengan kandidat lain yang menjadikan keluarga besar dan handai taulan sebagai basis suara utama, Nofil justru lebih mempercayakan dukungan publik.
"Keluarga besar saya ada di tanah rantau. Dan kalau pun ke Bukittinggi, hanya saat berlebaran atau ada urusan keluarga," jelasnya.Meski menurut sebagian orang hal itu sebuah kerugian, namun bagi Nofil itu sebuah keuntungan dan tantangan tersendiri.
"Hal ini tentunya tak akan pernah menghadirkan conflict of interest, Nepotisme. Sebab, saya hanya akan bersentuhan langsung untuk mengurusi kepentingan warga Kota Bukittinggi," kata dia berargumen.***( Bersambung Part 2 )
Editor : Buliran News