Daeng Anpes: Apa yang Saya Mulai Harus Saya Selesaikan,Ini Komitmen Seorang Laki-laki

Daeng Anpes: Apa yang Saya Mulai Harus Saya Selesaikan,Ini Komitmen Seorang Laki-laki
Daeng Anpes: Apa yang Saya Mulai Harus Saya Selesaikan,Ini Komitmen Seorang Laki-laki

Perjalanan yang lama dan melelahkan Daeng Anpes akhirnya berakhir pada Rabu 12 Februari 2025 pukul 07.25 Wita.

Andi Muhammad memasuki garis finish sambil diiringi tepuk tangan sambutan kaget masyarakat Kota Manado, Sulawesi Utara.

Seorang pria dari Maros, Sulawesi Selatan, menyelesaikan petualangannya berjalan kaki dari Makassar ke Manado dalam waktu 126 hari.

Dia telah menempuh jarak sekitar 1800 kilometer.

Sandal jepit dan gerobak artco menjadi teman setia sekaligus mitra perjuangannya hingga mencapai titik akhir di Kota Manado, yaitu Titik 0 atau Zero Point.

Daeng Anpes tiba di Zero Point, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (12/2/2025) sekitar pukul 07.25 Wita.

Seorang pejalan kaki yang melintasi beberapa provinsi berhasil menyelesaikan petualangan dengan menempuh perjalanan selama 126 hari.

Daeng Anpes tiba di Zero Point, ia disambut oleh ratusan warga Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Sulawesi Utara, serta beberapa warga Manado.

Dengan air mata mengalir, Daeng Anpes mengibarkan bendera merah putih.

"Apa yang harus saya lakukan untuk memulai menyelesaikan komitmen sebagai seorang pria," kata Daeng Anpes.

Menurutnya, perjalanannya telah usai dan ia telah membuktikan bahwa ketakutan tidak akan mengalahkan tekad yang kuat.

"Saya telah menyelesaikan tugas saya dan sebelum saya menyelesaikannya, saya tidak akan pernah mundur," katanya.

Ia juga mengucapkan rasa terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah membantu selama perjalanan.

"Terima kasih atas bantuan dan sambutan yang diberikan selama perjalanan menuju Manado. Terima kasih kepada masyarakat Manado dan masyarakat Sulawesi. Saya telah menemukan bahwa dari Makassar hingga Manado perjalanan aman," ujarnya.

Seorang laki-laki berasal dari Maros, Sulawesi Selatan, menjadi terkenal setelah langkah kecilnya tertransformasi menjadi perjalanan besar yang penuh tantangan dan inspiratif.

Perjalanan luar biasa Daeng Anpes, seorang pejalan kaki yang telah menempuh lebih dari 1.800 kilometer dari Makassar menuju Manado, kini semakin dekat dengan garis akhir perjalanannya.

Dia memutuskan untuk melakukan perjalanan yang tidak biasa, berjalan kaki dari Makassar ke Kota Manado, Sulawesi Utara, dengan tekad yang kuat dan harapan besar.

Pada waktu terakhir update (9/2/2025) pukul 17:40 Wita, pria bernama lengkap Andi Muhammad sekarang berada di Amurang, Sulawesi Utara, yang hanya beberapa puluh kilometer dari Manado.

Sejak memulai perjalanannya dari Makassar, Sulawesi Selatan, Daeng Anpes telah menjadi sorotan publik, terutama masyarakat Sulawesi yang sangat antusias menyambutnya di sepanjang rute perjalanannya.

Profil Andi Muhammad (Daeng Anpes)

Dalam perjalanan hidup, sering kali dimulai dengan langkah kecil.

Namun, bagi seorang pemuda asal Maros, Sulawesi Selatan, langkah kecil itu telah berubah menjadi perjalanan panjang yang penuh tantangan dan inspiratif.

Andi Muhammad (29), atau yang lebih dikenal dengan sebutan Anpes, memutuskan untuk melakukan perjalanan unik berjalan kaki dari Makassar menuju Manado, Sulawesi Utara, dengan tekad yang kuat dan harapan besar.

Perjalanan Anpes dimulai pada tanggal 21 September 2024.

Dua orang bersaudara, Asnur (24) dan Randi (16), meninggalkan kota Maros bersama rekannya, seorang pemuda yang memiliki semangat yang tak pernah padam dan hanya membawa kebutuhan pokok.

Mereka berbagi cerita petualangan mereka melalui siaran langsung di aplikasi TikTok, yang secara bertahap menarik perhatian netizen.

Namun, perjalanan ini sangat sulit dilakukan.

Selain menghadapi tantangan fisik, persahabatan mereka diuji oleh berbagai kisah drama.

Pada hari ke-63, saat mereka telah mencapai Pasangkayu, Sulawesi Barat, temannya Asnur memutuskan untuk kembali ke Makassar karena alasan keluarga.

Misinya tidak hanya untuk mengalahkan rekor perjalanan kaki terjauh di Indonesia, tetapi juga untuk membuktikan kearifan dan keramahan masyarakat Sulawesi di setiap tempat yang ia lewati.

Selama perjalanan panjangnya, Daeng Anpes mengalami berbagai kebahagiaan dan kesedihan.

Dari hujan deras hingga terik matahari, dan kelelahan fisik, ia menghadapinya dengan tekad yang teguh.

Yang menarik, ia hanya mengenakan sepatu sandal yang harus diganti berkali-kali saat sudah tipis.

Selama perjalanan, Anpes tidak hanya berjalan kaki, tetapi juga mempromosikan daerah-daerah yang dilaluinya melalui media sosial.

Dia tidak meminta bantuan, melainkan banyak menerima bantuan dari masyarakat yang terinspirasi oleh perjuangannya.

Selain itu, Daeng Anpes menunjukkan kepedulian sosial dengan membersihkan tempat-tempat ibadah yang pernah ia kunjungi, sehingga warga semakin menghargai perbuatannya.

Kedatangan Daeng Anpes selalu mendapat sambutan hangat di berbagai kota dan desa di Sulawesi.

Mereka memberinya tempat beristirahat, memberinya makanan, dan memberinya dukungan moral.

Semangatnya dalam menghadapi perjalanan panjang ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk tidak menyerah menghadapi tantangan hidup.

Di media sosial, banyak pengguna media sosial mengikuti perjalanannya dan memberikan dukungan semangatnya. Bahkan, beberapa orang menyebutnya sebagai contoh nyata dari "manusia memanusiakan manusia."

Sekarang Daeng Anpes berada di Amurang, perjalanan yang terakhirnya untuk sampai di Kota Manado sudah hampir tiba. Banyak orang menantikan kedatangannya di ibu kota Sulawesi Utara ini.

Diperkirakan, ia akan segera tiba, dan tidak menutup kemungkinan akan ada sambutan spesial dari masyarakat lokal.

-

Untuk informasi lebih lanjut tentang berita populer lainnya, silakan mengunjungi situs web kami.

Baca berita lainnya di:

WhatsApp Tribun Manado:

Editor : Buliran News
Tag: