Buliran.com - Jepara,
Jagongan di akhir bulan April, bersama AF Agung Aktifis Jepara dan Wahyu Khoiruz Zaman seorang akademisi, di SRIYA cafe Jepara, kali ini membahas tentang berita yang diterbitkan salah satu media dengan judul "Saldo Basnas Jepara Sekitar 11,700 Miliar, Dipergunakan untuk apa ya" edisi Selasa, (29/4)
Selain AF Agung dan Wahyu Khoiruz Zaman, jagong santai tersebut hadir pula Mito Gondrong, Dodi, Choirur Rofiq ketiganya selaku masyarakat Jepara, hadir pula Edy Prasaja Ketua Almi Jepara, serta Yusron, Ambar Prasetya dan Arif Murdikanto ketiganya adalah seorang jurnalis, Kamis (1/5/2025).
Diketahui, ada beberapa program unggulan Baznas, diantaranya adalah program Jepara Pintar, Jepara Sehat, Jepara Makmur, Jepara Taqwa, dan program Jepara Peduli.
Semua program unggulan tersebut harus sesuai dengan peraturan yang berlaku, perlu cek dan ricek sebelum bantuan diberikan kepada yang bersangkutan. Ada pula syarat penerima bantuan yang meliputi 8 kriteria
Namun sisa pendistribusian dana umat dalam satu periode dengan jumlah miliaran rupiah tersebut dikemanakan?
Menanggapi berita tersebut, Wahyu selaku akademisi sambil menghela nafas panjang mencoba menjelaskan, "Program-program itu tentunya mengacu dari atas, yang menjadi problem adalah siapa penerima manfaat yang tepat, yang perlu disoroti adalah soal pendistribusian untuk sampai ke level desa demi prinsip keadilan," jelas Wahyu.
Ia juga menambahkan, "Kemudian bagaimana SPJ-nya, pertanggungjawaban itu seharusnya di-publis secara terbuka sehingga semua orang bisa mengerti," imbuhnya.
Tak hanya itu, Wahyu juga memaparkan, bagaimana soal tolok ukur kelayakan. Jangan sampai ada penafsiran subyektif yang dipakai, harusnya yang obyektif.
"Selama satu periode, paling tidak ada gambaran calon penerima yang dipastikan memang layak mendapatkan bantuan, ada verifikatornya, ada pengawasnya, bagaimana kemudian ada sisa dana sisa tahun kemarin hingga 11 miliar, hal tersebut perlu didalami, karena itu adalah dana umat, kita harus tahu dana tersebut dikemanakan?" papar Wahyu.
Suasana jagongan, sempat hening sejenak, setelah ada pemaparan dari Wahyu.
AF Agung, yang pertama menanggapi, disampaikan, "Lagi-lagi kalau ada permasalahan seperti ini, kita harus membahas by Data by Dokumen, kita harus cermati mulai dari cara perolehan, adakah kejanggalan dalam pendistribusian, adakah potensi penyalahgunaan, intinya begini, dengan tidak adanya transparansi ke bublik maka, .... silahkan kopinya diminun," kata Agung sambil tersenyum, tidak jadi melanjutkan pembicaraannya.
Yusron, salah satu awak media yang hadir, dalam kesempatan tersebut menyampaikan, "Kembali ke angka 11 Miliar sekian itu, sampai hari ini pak Ketua Basnas belum bisa memberikan perincian secara detail, " ujar Yusron.
"Kita perlu minta data supaya tidak atas asumsi," pungkasnya. (AM/Red)
Editor : Redaktur Buliran