Scroll untuk baca artikel

Walaupun Musim Kemarau Semakin Meluas, Potensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer Masih Ada Periode 17 -- 23 Juli 2026

Walaupun Musim Kemarau Semakin Meluas, Potensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer Masih Ada Periode 17 -- 23 Juli 2026
Walaupun Musim Kemarau Semakin Meluas, Potensi Hujan Akibat Dinamika Atmosfer Masih Ada Periode 17 -- 23 Juli 2026

Laporan BMKG tanggal 16 juli 2026 bahwa dalam sepekan ke depan, kondisi cuaca Indonesia secara umum diprakirakan masih didominasi curah hujan rendah. Pada Dasarian III Juli 2026 diprediksi mengalami curah hujan rendah sekitar 76.54%, curah hujan menengah sekitar 23.36%, dan hanya 0,09% pada kategori tinggi. Curah hujan rendah diprakirakan meliputi sebagian besar Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, serta sebagian Papua.

Kondisi iklim global juga cenderung masih berpotensi mengurangi pembentukan hujan di wilayah Indonesia. Indeks Nino3.4 relatif mingguan masih menunjukkan nilai sebesar 1,47 dengan 30-days running average SOI yang juga sebesar -27,4. Indeks Nino3.4 dan SOI tersebut terus mengalami signifikansi sejak pertengahan Mei dan diprediksi akan mencapai El Nino kuat pada tahun 2026 ini.

Meskipun fenomena global cenderung mengindikasikan potensi pembentukan awan hujan yang minim, spasial MJO diprediksi aktif di Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara, sehingga mampu meningkatkan potensi hujan di wilayah tersebut. Selain itu, Gelombang Kelvin dan Rossby Ekuatorial juga diprakirakan aktif di Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Samudra Pasifik utara Papua. Didukung dengan potensi pembentukan belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang relatif hangat, potensi pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia masih ada.

Potensi Hujan Sepekan ke Depan

Periode 17 – 19 Juli 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Bengkulu, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Pegunungan, dan Papua.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): NIHIL.
  • Angin Kencang: Gorontalo, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Maluku Utara, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, dan Papua Barat.

Periode 20 – 23 Juli 2026

Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi cerah berawan hingga hujan ringan. Perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Papua Barat, Papua Pegunungan, dan Papua.

  • Siaga (hujan lebat – sangat lebat): NIHIL.
  • Angin Kencang: Banten dan Jawa Barat.

Imbauan

Editor : Buliran News
Sumber : BMKG
Bagikan

Berita Terkait
Terkini