Scroll untuk baca artikel

Melawan Berita Bohong di Era Teknologi Digital (Hoax Buster) di Lingkungan SMKN 2 Taluk Kuantan untuk Mencegah Kejahatan di Dunia Maya

Pemateri Muhamad Yusuf sedang menyampaikan materi "Melawan Berita Bohong di Era Teknologi Digital (Hoax Buster) di Lingkungan SMKN 2 Taluk Kuantan untuk Mencegah Kejahatan di Dunia Maya".
Pemateri Muhamad Yusuf sedang menyampaikan materi "Melawan Berita Bohong di Era Teknologi Digital (Hoax Buster) di Lingkungan SMKN 2 Taluk Kuantan untuk Mencegah Kejahatan di Dunia Maya".

Buliran.com, Teluk Kuantan -- Perkembangan teknologi digital yang pesat membawa dampak besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam hal penyebaran informasi. Namun, kemudahan tersebut juga membuka celah bagi penyebaran berita bohong (hoaks) yang dapat memicu keresahan sosial, kebencian, bahkan kejahatan siber. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tim dosen dan mahasiswa dari perguruan tinggi berkolaborasi untuk melakukan edukasi dan pelatihan kepada siswa SMKN 2 Taluk Kuantan tentang pentingnya literasi digital dan kemampuan membedakan informasi yang valid dari hoaks. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kemampuan siswa dalam menghadapi ancaman digital, serta menciptakan lingkungan digital yang sehat dan aman. Fenomena hoaks atau berita bohong menjadi masalah serius yang berdampak pada kehidupan sosial dan keamanan di dunia maya. Generasi muda, khususnya siswa sekolah menengah kejuruan seperti di SMKN 2 Taluk Kuantan, merupakan kelompok yang rentan menjadi korban maupun penyebar informasi palsu karena masih kurangnya pemahaman akan literasi digital dan etika bermedia.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk seminar dengan melibatkan 1 Kelas berjumlah 19 siswa SMKN 2 Taluk Kuantan. Setiap anggota tim pengabdian memberikan materi sesuai keahlian masing-masing, sebagai berikut:

Muhamad Yusuf, M.Kom – "Memahami Hoaks dan Strategi Identifikasinya"

Pak Muhamad Yusuf membuka kegiatan dengan pemaparan tentang definisi hoaks, karakteristiknya, serta motif di balik penyebarannya. Beliau juga memperkenalkan teknik-teknik sederhana dalam mengenali ciri-ciri berita bohong seperti penggunaan judul provokatif, sumber tidak jelas, serta manipulasi data. Materi ini bertujuan menumbuhkan sikap kritis dalam menerima informasi digital.

Adri Yanto, M.Kom – "Verifikasi Fakta dan Alat Deteksi Hoaks Digital"

Pak Adri Yanto membawakan sesi praktik mengenai penggunaan tools digital seperti Google Reverse Image Search, Turn Back Hoax, dan CekFakta.com. Peserta dilatih langsung mengecek kebenaran berita dan gambar yang beredar di media sosial. Dengan pendekatan hands-on, siswa lebih mudah memahami cara kerja pengecekan fakta dan pentingnya verifikasi sebelum membagikan informasi.

Ramdhani Syahputra, S.T., M.T. – "Etika Digital dan Kejahatan Siber di Kalangan Pelajar"

Pak Ramdhani menyampaikan materi mengenai etika bermedia sosial, termasuk tanggung jawab hukum terhadap penyebaran hoaks, cyberbullying, serta bentuk-bentuk kejahatan digital yang mengintai remaja. Dengan pendekatan studi kasus nyata, siswa diajak memahami konsekuensi serius dari penyalahgunaan teknologi informasi.

Adrian Zakhwan (Mahasiswa) – "Peran Siswa sebagai Hoax Buster di Sekolah"

Sebagai perwakilan mahasiswa, Adrian memberikan motivasi dan berbagi pengalaman tentang pentingnya literasi digital di kalangan pelajar. Ia mengajak siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah dengan membentuk tim "Hoax Buster" yang bertugas menyaring dan meluruskan informasi digital. Adrian juga memfasilitasi simulasi permainan edukatif seputar hoaks untuk meningkatkan keterlibatan peserta.

Editor : Buliran News
Sumber : IKTA
Bagikan

Berita Terkait
Terkini