Buliran, Saumlaki – Sepiring telur mata sapi menyimpan filosofi sederhana yang dapat menjadi gambaran perjalanan Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Saat telur mata sapi disajikan, sebagian orang lebih menyukai bagian putihnya, sementara yang lain justru mengincar kuning telurnya. Perbedaan selera itu wajar. Namun, yang terpenting adalah keseluruhan telur tersebut tetap menjadi satu hidangan yang utuh.
Begitu pula dengan PSN Blok Masela. Dalam proses pelaksanaannya, tentu akan muncul berbagai pandangan, kritik, masukan, maupun perbedaan kepentingan. Semua itu merupakan bagian dari dinamika pembangunan. Namun, jangan sampai perdebatan yang berkepanjangan membuat masyarakat kehilangan fokus terhadap tujuan utama proyek, yakni mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, memperkuat ketahanan energi nasional, dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat Tanimbar apabila dikelola dengan baik. ([Kemenpan RB][1])
Filosofi telur mata sapi mengajarkan bahwa jika kuning telurnya pecah sebelum matang, keindahannya akan berkurang. Demikian pula sebuah proyek besar membutuhkan kehati-hatian, komunikasi yang baik, kepastian hukum, serta kerja sama seluruh pemangku kepentingan agar hasil akhirnya benar-benar memberikan manfaat bagi daerah.Masyarakat tentu memiliki hak untuk mengawasi jalannya pembangunan, menyampaikan aspirasi, serta memastikan hak-hak mereka dihormati. Di sisi lain, seluruh pihak juga memiliki tanggung jawab menjaga situasi yang kondusif sehingga pembangunan dapat berlangsung secara tertib dan sesuai ketentuan.
Editor : Buliran NewsSumber : Tim