Buliran.com, Sumatera Barat, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UP2B SUMBAGTENG kembali menghadirkan program pemberdayaan melalui Pelatihan Bekam Sunnah Standar Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI) Berkolaborasi bersama Dompet Dhuafa Singgalang yang diselenggarakan di PLN UP2B SUMBAGTENG, Sintuk Toboh Gadang, Kab. Padang Pariaman. Kegiatan ini diikuti oleh 20 peserta dari kalangan mustahik dari masyarakat dhuafa.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat melalui keterampilan yang berpotensi dikembangkan menjadi sumber penghasilan.
Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan teori dan praktik yang mengacu pada standar Perkumpulan Bekam Indonesia (PBI). Materi yang diberikan meliputi dasar-dasar ilmu bekam, standar operasional pelayanan, etika profesi, keselamatan kerja, hingga praktik terapi bekam yang aman dan sesuai prosedur.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Assistant Manager Fasilitas Operasi PT PLN (Persero) UP2B Sumbagteng, Anggi Satriadi, perwakilan perangkat Nagari Sintuk, Pak Radel, serta Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Novil Oksan Putra.Anggi Satriadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud sinergi antara PLN dan Dompet Dhuafa Singgalang dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat dhuafa di sekitar wilayah program.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata sinergi PLN UP2B Sumbagteng dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat dhuafa. Dana yang digunakan berasal dari infak, sedekah, dan zakat yang dikelola YBM PLN untuk memberdayakan masyarakat sekitar, salah satunya melalui pelatihan bekam sunnah ini,” ujar Anggi Satriadi.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Singgalang, Novil Oksan Putra, menyampaikan apresiasi kepada YBM PLN UP2B Sumbagteng atas kolaborasi dalam pelaksanaan program tersebut.
“Atas nama Dompet Dhuafa Singgalang, kami menyampaikan apresiasi dan berterimakasih kepada YBM PLN UP2B Sumbagteng yang telah menggagas dan menyelenggarakan kegiatan ini. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan sekadar pelatihan keterampilan, tetapi juga bagian dari ikhtiar untuk membangun masyarakat yang sehat, mandiri, dan berdaya, serta memiliki keterampilan yang dapat memberikan manfaat bagi warga dan masyarakat sekitarnya,” ujar Novil.
Pelatihan tersebut menghadirkan Hasnul Khalqi, S.Sos., M.H. sebagai trainer bekam. Peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai teori, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan teknik bekam secara langsung dengan pendampingan instruktur.
Editor : Buliran News