Scroll untuk baca artikel

Pisro, yang Nikmat Namun Sulit Dijumpa

Pisro, yang Nikmat Namun Sulit Dijumpa
Pisro, yang Nikmat Namun Sulit Dijumpa

MENDENGAR kata ‘pisro‘ tentu pikiran kalian akan mengacu kepada kue singkong isi gula merah kelapa, yang digoreng dan dijajakan bersama comro. Padahal banyak dari Anda berdomisili di Lampung. Ironisnya, sebagian dari Anda adalah Ulun Leppung (orang Lampung). Wah ini nih yang perlu disomasi. Lho kok? Maksudnya perlu disosialisasi.Jangan berkecil hati. Kurangnya pengetahuan terhadap masakan ini sangat wajar. Walaupun mengetik kata kunci ‘sayur pisro’ di mesin pencari, Anda hanya akan menemukan kosakata ‘Pistol’, dan ‘Pisro’ yang gorengan itu. Tidak ada penjelasan lengkap tentang sejarah apalagi panduan cara membuat olahan ikan khas Lampung ini.

Pisro adalah masakan khas Lampung dari olahan ikan yang kerap menemani jamuan makan masyarakat Lampung Pepadun. Lampung Pepadun adalah etnis Lampung yang menggunakan dialek 'O'. Ini merujuk pada kata Nyou (apa) dalam pembagian Bahasa daerah Lampung menurut DR. Van Royen.

Di sini letak masalahnya. Sayur pisro ternyata lebih me-lokal dari sekadar lokal. Walaupun berasal dari Lampung, tidak semua bagian Provinsi Lampung mengenalnya. Kuliner nan langka ini hanya terkenal di daerah yang berdialek 'O', antaranya penutur aksen (logat) Abung yang berdomisili di Lampung Utara, Lampung Tengah dan Lampung Timur, serta penutur aksen Menggala, yang berdomisili di Tulang Bawang dan Tulang Bawang Barat.Berdasarkan informasi yang kami himpun, Menggala merupakan tempat 'si pisro' berasal. Tempo dulu, masyarakat menggunakan ikan betok dan tembakang sebagai bahan utama. Ikan jenis tersebut memiliki rasa gurih yang khas, berdaging tebal dan bertekstur padat.

Sayur pisro memiliki paduan rasa asam, pedas, manis dan gurih. Sama halnya dengan karakter masakan bangsa maritim di kawasan Asia Tenggara pada umumnya. Hanya saja rasa gurih sayur ini berasal dari terasi ikan. Berbeda dengan kebanyakan masakan Melayu yang menggunakan ebi atau terasi udang untuk mendongkrak rasa gurih.Selain terasi, ikan bakar dalam kuah berbumbu kental menjadi pemain utama di balik rasa gurih sayur pisro. Rasa manis sekaligus pembentuk warna coklat kuah berasal dari gula aren yang digiling bersama bumbu. Irisan bawang merah menambah kedalaman rasa saat kuah kental dihirup. Penggunaan cabai yang berlimpah menjadikan sayur ini cocok bagi penggila pedas. Hmm.. keragaman rasa yang harmonis, khas budaya masakan maritim.

Kelezatan sayur pisro menjadi alasan utama kami mengulasnya untuk Anda. Bukan sekedar memopulerkan hal yang terselubung dari daerah antah barantah. Sangat patut dicoba, selain menambah khazanah masakan nusantara. Baiklah, berikut cara membuatnya:

Sediakan bahan berikut:1 ekor ikan ukuran 8 ons.

Jika sulit menemukan ikan Betok dan tembakang, pilih jenis ikan Nila, Gurame, atau ikan Bandeng.1/2 sendok makan asam jawa. Buang bijinya.

8 buah cabai merah.10 buah cabai rawit.

5 buah cabai hijau.8 siung bawang merah.

1 buah jeruk nipis ukuran kecil.1 buah jeruk kunci.

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini