Dia mengatakan chromebook lebih murah dibandingkan lainnya. Menurutnya, sistemnya juga mudah diakses.
"Dan satu hal yang sangat jelas pada saat saya mencerna laporan ini adalah dari sisi harga Chromebook itu kalau speknya sama selalu 10-30% lebih murah, dan bukan hanya itu saja operating systemnya Chrome OS itu gratis. Sedangkan operating system lainnya itu berbayar, dan bisa berbayar sampai Rp 1,5 sampai Rp 2,5 juta tambahan," katanya.
Dia juga mengatakan aplikasi yang terinstall di laptop itu juga bisa terpantau. Menurutnya, laptop ini sudah memiliki spesifikasi untuk pendidikan.
"Di luar itu ada berbagai macam fungsi Mohon rekan media mengingat bahwa ini adalah untuk fungsi pendidikan. Di mana keamanan murid-murid dan guru-guru kita menjadi prioritas di Kemendikbutristek, dan salah satu hal terpenting dari kajian tersebut adalah kontrol terhadap aplikasi yang bisa ada di dalam Chromebook," jelasnya.Untuk diketahui proyek pengadaan laptop Kemendikbudristek tahun 2019-2022 mulai diusut Kejagung. Proyek itu menggunakan anggaran negara yang cukup besar, yakni senilai Rp 9,9 triliun.
Editor : Redaktur Buliran