Buliran.com - Jakarta,
Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI), Roy Valiant Salomo mengatakan wajar saja pemerintah mengeluarkan ongkos perawatan hingga Rp300 miliar untuk pemeliharaan aset di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Akan tetapi akan jadi pemborosan jika aset-aset yang sudah dirawat tak segera digunakan. Ia menegaskan, setiap rupiah yang dikeluarkan oleh negara, harus punya manfaat. Jika tidak ada manfaatnya, maka hal itu termasuk pemborosan atau penghamburan uang negara, Selasa (8/7/2025)."Sudah mahal biaya pembangunan dan pemeliharaannya, jika tidak dimanfaatkan jadi percuma buang-buang anggaran. Itu namanya value for money-nya rendah. Ini yang harus dipertanyakan," ucap Roy kepada awak media saat dihubungi di Jakarta, Minggu (6/7).
Dia bilang, BGH berfokus pada efisiensi air, energi, dan penggunaan material ramah lingkungan, seperti panel surya dan sistem daur ulang air. Sementara BGC mengintegrasikan teknologi cerdas, seperti otomatisasi energi dan sistem pengelolaan bangunan berbasis IoT.
Penerapan kedua konsep ini, kata dia, mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Setelah proses pembangunan selesai, setiap gedung akan melalui Provisional Hand Over (PHO), yaitu serah terima sementara dari kontraktor ke pemilik proyek, untuk memastikan semua spesifikasi dan kualitas telah terpenuhi.
Editor : Redaktur Buliran