Scroll untuk baca artikel

Inspirasi Baru untuk Pengembangan Batik Depok

Inspirasi Baru untuk Pengembangan Batik Depok
Inspirasi Baru untuk Pengembangan Batik Depok

KEMUNCULAN Batik Jatijajar dengan motif kimpul dan jati jajar belakangan ini, bukanlah sesuatu yang aneh atau kebetulan belaka. Sebab, Kota Belimbing ini sejatinya memang memiliki potensi untuk besar dengan beragam model dan motif batiknya.Ratna S Wulandari, seorang pelaku usaha Batik Depok dari Ratna Batik and Craft menyebutkan, yang dibutuhkan pebatik Kota Depok adalah bagaimana menjadikan batik menjadi sebuah produk usaha yang bisa menggairahkan perekonomian mereka.

“Dalam hal ini, kita jangan hanya terjebak dalam hal produksi dan pengayaan motif semata, namun juga harus memikirkan bagaimana cara menjual produk itu sendiri. Dalam hal ini, tentunya kerjasama dengan pemerintah dan pihak ketiga sangat diharapkan,” jelas Bunda Ratna.Ratna yang sebelumnya telah menghadirkan Batik Depok dengan motif Gong Si Bolong, motif Benggol, motif Tugu Sawangan, Canting Golok, Penari Topeng Cisalak dan sebagainya ini, hakkul yakin kalau Batik Depok akan besar dan berkembang asalkan semua stakeholder mau bahu membahu dalam mengembangkannya.

“Harus diakui, Batik Depok itu unik karena kaya akan motif. Banyak hal yang bisa dijadikan motif, baik itu budaya, kultur, kearifan lokal maupun alam,” imbuhnya.

Terkait perhatian pemerintah terhadap Batik Depok sendiri, Ratna dengan sportif mengatakan, saat ini sudah selangkah lebih maju dari sebelum-sebelumnya. Dengan hadir di kegiatan peragaan batik yang digagas Kelurahan Jatijajar serta Ratna Batik dan Craft di D'Mall membuktikan kalau perhatian itu telah ada.Harus diakui, saat kata Ratna, dukungan moril dari Pak Lurah Jatijajar dan Pak Camat Tapos dalam menggairahkan kembali dunia batik Depok sangat terasa sekali.

"Menjadikan Batik Depok dalam hal ini Batik Jatijajar sebagai pakaian resmi setiap Jumat yang digagas oleh Pak Mujahidin selaku Pak Lurah, menurut saya sebuah apresiasi yang maha besar bagi komunitas Batik Depok khususnya Batik Jatijajar," ucapnya.Camat Tapos, H Abdul Mutolib, menurut Ratna juga mengambil peran yang sangat besar bagi pengembangan usaha batik itu sendiri. Pak Camat jelas Ratna, tak sekadar memuji namun juga mengakui Batik Jatijajar tak kalah kelasnya dengan batik lainnya di Indonesia.

"Sebagai pengrajin batik, tentunya saya sangat bangga dengan supoorting tersebut. Dan kedepannya, perhatian ini bisa lebih ditingkatkan misalnya dengan membuka pasar ataupun menghadirkan galeri khusus batik," tuturnya. (teddy)

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini