Ia juga menyampaikan, HBT telah berpengalaman dalam pembangunan monumen kebencanaan, di antaranya Tugu Gempa 2009 di Padang Panjang, monumen tsunami di Nusa Tenggara Timur, serta Palu. Selain tugu monumen, kawasan tersebut juga direncanakan dilengkapi dengan pembangunan musala yang berdampingan dengan monumen.
“Lokasinya sangat strategis karena berada di jalur lintasan. Harapannya, masyarakat yang melintas dapat singgah, beristirahat, beribadah, sekaligus mendoakan para korban. Kami menargetkan monumen ini dapat diresmikan tepat satu tahun setelah terjadinya bencana,” tambahnya.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas inisiatif HBT Sumbar–Riau yang memilih Padang Panjang sebagai lokasi pembangunan monumen tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota, kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan niat baik HBT. Ini merupakan bentuk empati dan kepedulian yang sangat berarti, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga bagi masyarakat luas,” ujar Hendri.Ia berharap keberadaan monumen dan musala tersebut dapat menjadi simbol pengingat, sarana edukasi kebencanaan, serta memperkuat nilai spiritual masyarakat.
Editor : Buliran NewsSumber : Kominfo Padang panjang