Di sekitar lokasi kebun ex PT SAL ini di huni oleh masyarakat hukum adat suku Talang Mamak, mereka tidak terbiasa mendengar manusia berbahasa yang keras dan kasar serta tendensius apalagi disampaikan secara fulgar di media online tentunya akan menimbulkan riak yang tidak baik Dimata masyarakat.
Ia menambahkan Masyarakat tidak senang dengan sikap dari beberapa orang yang selalu berbahasa keras, walaupun tujuannya baik, belum lagi dari rekan-rekan masyarakat hukum adat yang lontarkan kepada pihak yang di sebut sebagai "Provokator".
Masyarakat berharap kepada pihak PT Agrinas Palma Nusantara, agar mengevaluasi mitranya, masih banyak lagi pihak pihak yang menginginkan mitra dengan PT Agrinas Palma Nusantara.
Salah satunya pak Bathin Bangka (pak model), memberikan pernyataan bahwa "kami akan mendukung PT Agrinas Palma Nusantara jika kami di anggap ada hak yang sama di mata hukum, karena kami juga memiliki Koperasi Produsen Mitra Tani Indragiri yang mana pemilik koperasi itu milik 6 tokoh adat yang berada di masyarakat hukum adat Talang Mamak yang berada di Desa Talang Durian Cacar.Kami juga sudah mengajukan permohonan kepada PT Agrinas Palma Nusantara melalui pengurus koperasi yaitu bapak Neman Subandi, beliau sudah memohonkan itu. Janganlah arogan kepada masyarakat Talang Mamak ini dengan cara mengeluarkan bahasa bahasa keras di kampung kami, sedang bapak bapak dari yang dari PT Agrinas Palma Nusantara saja lembut lembut bahasanya enak di dengarkan telinga tak ada yang kasar sedikit pun, kami memang orang tinggal di hutan tapi kami bisa berbahasa lembut, karena kami manusia juga semuanya. Ungkapnya.
Editor : Buliran NewsSumber : Tim