Kabut asap di wilayah Kalimantan Tengah semakin memasuki kondisi ekstrem, kabut pekat dengan bau yang menyengat membuat aktivitas sangat terganggu.
Menanggapi kondisi ini, Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRA) Kalimantan Tengah buka suara, menurutnya, pihaknya segera melakukan tindakan guna turut membantu banyak pihak yang telah lebih dahulu bergerak dalam mengurangi ancaman kebakaran tersebut.
"Karena menurut pantauan kami, kondisi akibat Karhutla tahun ini jauh lebih menghawatirkan dari tahun-tahun sebelumnya, bukan hanya aktivitas terganggu, lebih parah dapat memicu munculnya masalah kesehatan yang massiv, terutama pada usia balita dan usia lanjut" Ungkap Supardi S Depung, Sekretaris Wilayah LSM LIRA Kalimantan Tengah.
“Adapun untuk mempelajari intensitas kebakaran, Kami sudah mengunjungi langsung titik kebakaran di beberapa daerah di Kalimantan Tengah, diantaranya wilayah Tumbang Nusa, Katingan dan Palangkaraya, disamping itu kami juga memantau melalui media sosial” Lanjutnya
“Berdasarkan pengamatan kami, upaya yang telah dan sedang dilakukan oleh sejumlah pihak masih belum sebanding dengan ancaman dan potensi kebakaran itu sendiri, terbukti asap semakin pekat, semakin berbau.
Tidak sebandingya penanganan dengan intensitas kebakaran itu sendiri menurut kami diakibatkan oleh kurangnya peralatan dan personil, terutama untuk menjangkau wilayah yang relative jauh ke arah hutan.Bahkan tadi malam, tanggal 29 agustus 2026, mobil kami sempat terhalang oleh pohon besar yang tumbang, sempat tertutup ruas jalan Kasongan – Palangkaraya, tumbangnya pohon besar tersebut akibat akarnya habis dimakan api” ungkap Supardi.
Ajakan kepada semua pihak
Dalam tanggapanya, LSM LIRA Kalteng mengajak semua pihak untuk meningkatkan kepedulianya terhadap masalah kebakaran hutan, terutama kesiapan ketika diajak untuk membantu penanganan kebakaran hutan itu sendiri.
Editor : Buliran News