TAK DAPAT dipungkiri, Bandung memang surga kuliner. Menu baru bermunculan, mencari hidangan kekinian atau kafe baru menjadi petualangan yang seru di Kota Kembang. Namun, tak berarti sajian jadul dilupakan. Olahan lawas pun ternyata tetap dicari. Dari yang mengenyangkan hingga yang menyegarkan. Di antaranya, es goyobod.Di antara minuman yang lekat dengan Bandung, es goyobod paling jarang terdengar. Berbeda dengan minuman dingin yang telah melegenda seperti es oyen, es cendol, dan lain-lain. Sempat susah dicari, namun es goyobod rupanya dirindu. Setelah hanya bisa ditemukan di lokasi tertentu, kini mulai lebih banyak yang menjual es segar yang aslinya berasal dari Garut ini di Bandung.
Bahan utama dari es ini memang goyobod, yang terbuat dari tepung hunkwe dan santan encer. Kedua bahan tersebut dipanaskan kemudian diaduk-aduk hingga mengental. Persis seperti membuat ongol-ongol. Tuangkan ke loyang dan biarkan hingga memadat, baru kemudian dipotong-potong, biasanya berbentuk kubus. Warna menjadi abu-abu muda, dan inilah yang menjadi ciri dari es goyobod di masa lalu. Namun, kemudian ada juga yang memberinya warna dengan daun suji hingga warnanya menjadi hijau.
Nah, goyobod tak hanya dimunculkan sendirian dalam sebuah gelas atau mangkok. Tapi, juga ditambahkan dengan bahan lain. Seperti alpukat, kelapa muda, pacar cina, kolang kaling, tape, potongan roti, lantas diguyur dengan air santan, gula merah cair, dan susu kental manis. Rasanya, tentunya manis dan segar. Sekilas mirip dengan es campur, tapi kehadiran goyobod dan guyuran santan cair yang membedakannya.
Bahan membuat goyobod:150 gram tepung hunkwe
900 ml santan5 sdm gula pasir
pewarna makanan secukupnyaBahan merebus ketan hitam:150 gram ketan hitam, rendam dalam air selama dua jam atau lebih750 ml air
5 sdm gula pasirBahan membuat kuah santan:
750 ml santan8 sdm gula pasir
2 lembar daun pandanBahan pelengkap:
Editor : Buliran News