Scroll untuk baca artikel

Jangan Tabukan Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini

Jangan Tabukan Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini
Jangan Tabukan Pendidikan Seks untuk Anak Usia Dini

Dengan tidak memberikan jawaban tentang seks secara baik, benar dan jelas kepada anak-anak dan remaja, hal ini akan menimbulkan masalah baru di masyarakat. Perubahan fisik dan hormonal pada remaja saat peralihan dari anak-anak menjadi remaja, membuat mereka merasa ingin tahu dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan tubuh mereka. Remaja yang dipenuhi dengan rasa ingin tahu, akhirnya akan mencari tahu sendiri atau bertanya ke teman yang tidak sedikit memberikan pengetahuan yang salah kepada mereka mengenai seks.Padahal pendidikan seks adalah pengetahuan yang berisi tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan: anatomi tubuh manusia, sistem reproduksi manusia, proses pembuahan hingga kehamilan, hubungan seksual yang sehat, tingkah laku seksual, penularan penyakit seksual seperti HIV/AIDS.

Pendidikan seks juga mengajarkan soal perkembangan alat kelamin dan perubahan fisik pada wanita dan laki-laki seperti proses menstruasi dan mimpi basah pada laki-laki yang terkadang para remaja terlalu malu untuk bertanya pada orangtua mereka hingga akhirnya mereka pun mencari tahu sendiri melalui mesin pencari di gadget mereka masing-masing atau bertanya ke teman-teman mereka yang tidak jarang mereka mendapatkan informasi yang salah dan tidak tepat.“Dengan diajarkan nilai-nilai tentang kegiatan seksual yang seharusnya dilakukan oleh orang yang sudah sah sebagai suami istri menurut agama dan negara, hal ini akan membuat remaja memilih untuk tidak melakukan seks di luar nikah karena alat reproduksi yang belum tumbuh sempurna di usia remaja dan belum siapnya mental mereka, papar Rifka.

Dengan diberikannya pengetahuan seks yang disertai dengan nilai-nilai agama dan moral, remaja dapat mengerti dengan konsep menghargai tubuh mereka dan tubuh orang lain dengan tidak menyentuh atau melecehkan orang lain.Strategi yang baik untuk memulai pendidikan seks kepada anak adalah dilakukan saat mereka masih di usia dini dan dilanjutkan sampai mereka tumbuh dewasa. Dengan memulai pembicaraan mengenai pendidikan seks di usia dini dan dilanjutkan sampai anak tumbuh dewasa akan membuat orangtua lebih mudah dan nyaman dalam menjelaskan ke anak saat anak mencapai usia remaja.

Banyak orang beranggapan bahwa pendidikan seksual merupakan hal yang tabu untuk dibicarakan dengan anak sebelum mereka dewasa. Padahal, hal ini justru dapat memberikan pemahaman kepada anak dan membekali anak agar lebih sadar dan peduli dengan kesehatan seksual mereka nantinya.Pendidikan seksual merupakan informasi penting yang perlu diketahui oleh anak. Melalui diskusi seputar hal-hal yang bersifat seksual, anak pun bisa lebih memahami pentingnya seksualitas sebagai bagian dari kesehatan tubuh, bukan sekadar hubungan antara pria dan wanita.

Pentignya dan manfaat memberikan pendidikan seks untuk anak sejak dini: pertama, mengkal efek buruk media dan lingkungan.Pembahasan seputar seks dapat melindungi anak dari dampak negatif berbagai konten tertentu di tayangan televisi atau internet. Selain itu, pemahaman tentang dunia pergaulan juga harus diberikan agar anak tidak terjerumus dalam hubungan seks bebas atau tindakan kriminal, seperti melakukan pemerkosaan atau kekerasan seksual.Kedua, membangun kepercayaan antara orang tua dan anak. Membahas seks secara terbuka dengan anak justru memberi orangtua dan atau guru kesempatan untuk memberikan informasi yang sesuai dan akurat seputar seks. Dengan demikian, anak tidak akan mencari sumber sendiri yang belum tentu tepat atau justru tidak layak, misalnya video porno.

Ketika, membuat anak mengerti tentang konsekuensi dan menghargai diri. Diskusi tentang seks membuat anak menyadari bahwa ia harus melindungi dan menghargai tubuhnya sendiri. Seluruh perlakuan terhadap tubuhnya harus mendapatnya persetujuan dari dirinya sendiri dan tidak boleh dipaksakan.Pendidikan seks juga membuat anak belajar memilih, bersikap, dan bertanggung jawab atas perbuatannya. Dengan demikian, mereka dapat mengetahui konsekuensi saat mulai aktif secara seksual, seperti kehamilan dan penyakit menular seksual.*

1. Ikatan Almni STIKes Mercubaktijaya Padang dalam pengabdian masyarakat selain memberikan edukasi pendidikan seks sejak dini. (Foto Fitri Rahma Sari)2. Pengabdian kepada masyarakat Ikatan Alumni STIKes Mercubaktijaya Padang, dalam bentuk pendidikan seks sejak dini oleh para dosen dan donasi untuk anak pesantren. (Foto Fitri Rahma Sari),

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini