5. Bahasa Musi (3.930.000 jiwa)Bahasa Musi adalah bahasa yang digunakan beberapa suku di sepanjang hulu dan hilir sungai Musi, di antaranya adalah suku Belide, Lakitan, Lematang, Musi Banyuasin, Suku Musi, Palembang, Panesak, dan Rawas. Bahasa ini juga digunakan oleh penutur bahasa lain, seperti penutur bahasa Komering, sebagai bahasa perdagangan.

Beberapa dialek diantaranya Pegagan, Musi Sekayu, Penukal, Kelingi, dan Rawas. Bahasa ini termasuk dalam rumpun bahasa Austronesia. Ciri khas Bahasa Musi adalah dialek Melayu dengan akhiran E (seperti menyebut ember) mirip dengan Bahasa Bangka dan Bahasa Betawi. Bahasa Musi memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek Pegagan, Musi Sekayu, Penukal, Kelingi, Rawas; Palembang, Palembang Lama, Meranjat, Penesak, Belide, Burai, dan Lematang Ilir.6. Bahasa Bugis (3,6 juta jiwa)
Bahasa bugis adalah salah satu rumpun bahasa Austronesia yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat di Sulawesi Selatan, mulai dari kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Parepare Pinrang, sebagian Enrekang, sebagian Majene, Luwu, Sidenreng, Rappangm Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai, Bulukumba dan sebagain Bantaeng. Menurut sensus tahun 1991 bahasa ini dituturkan oleh sekitar 3,6 juta jiwa. Bahasa Bugis memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek Bone, Pangkep, Camba, Sidrap, Pasangkayu, Sinjai, Soppeng, Wajo, Barru, Sawitto, dan Luwu.
7. Bahasa Banjar (3,5 juta jiwa)
Masih dari rumpun Austronesia, bahasa banjar merupakan bahasa asli suku Banjar yang berdiam di Kalimantan Selatan. Bahasa banjar termasuk kedalam bahasa daerah yang paling banyak digunakan di Indonesia, yakni sekitar 3,6 juta jiwa. Bahasa ini memiliki dua dialek utama, yaitu dialek Kuala dan Hulu. Dialek Banjar Kuala dituturkan oleh penduduk Banjarmasin, Martapura, dan Pelaihari. Sedangkan dialek hulu dituturkan oleh penduduk di daerah hulu sungai.8. Bahasa Aceh (3,5 juta jiwa)
Bahasa aceh merupakan bahasa yang dituturkan oleh suku aceh yang terdapat di pesisir, sebagian pedalaman, dan pulau-pulau di utara Aceh. Namun tidak semua wilayah provinsi Aceh menggunakan bahasa ini, mereka diantaranya 3 kecamatan di Aceh Timur yang menggunakan bahasa Gayo, dan 1 kecamatan di Aceh Barat Daya yang menggunakan bahasa Kluet. Bahasa Aceh memiliki beberapa dialek, di antaranya dialek Banda Aceh, Baruh, Bueng, Daja, Pase, Pidie (Pedir, Timu), dan Tunong.9. Bahasa Bali (3,33 juta jiwa)
Bahasa Bali merupakan bahasa yang dituturkan oleh masyarakat di pulau Bali, Lombok bagian barat, dan sedikit ujung timur pulau Jawa. Di Lombok, bahasa Bali dituturkan terutama di sekitar kota Mataram, sedangkan di pulau Jawa dituturkan di beberapa desa di kabupaten Banyuwangi. Bahasa Bali memiliki berbagai macam dialek, di antaranya dialek Dataran Rendah Bali (Klungkung, Karangasem, Buleleng, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Badung), Dataran Tinggi Bali (“Bali Aga”), dan Nusa Penida.10. Bahasa Betawi (2,7 juta jiwa)
Bahasa Betawi adalah bahasa yang dituturkan oleh suku betawi di wilayah teluk Jakarta ibukota Indonesia. Bahasa ini merupakan anak dari bahasa Melayu. Bahasa Betawi merupakan bahasa kreol (percampuran) yang didasarkan pada bahasa Melayu Pasar ditambah unsur bahasa Sunda, Jawa, Bali, Tiongkok bagian Selatan (terutama Hokkian), Arab, dan Eropa (terutama Belanda dan Portugis). Tidak ada struktur baku dalam bahasa ini yang membedakan dengan bahasa Melayu, karena bahasa ini berkembang secara alami. Menurut sensus tahun 1993, penutur bahasa Betawi adalah 2,7 juta jiwa. ***