Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi yang diwakili Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Haerudin menyampaikan bahwa GP Ansor sebagai Banom NU punya peran strategis dalam menjaga ideologi.
Hal itu bisa dilakukan oleh 7-10 juta kader Ansor yang menguasai media sosial secara komprehensif. Menurutnya aktivitas pencerahan yang dilakukan kader Ansor bisa menjadi tameng untuk mencegah praktik intoleransi hingga radikalisme yang menjerumuskan anak muda.
"GP Ansor bukan sekadar organisasi kepemudaan, tapi juga penggerak perubahan di zaman dekadensi moral dan maraknya radikalisme. Tidak heran kader Ansor menjadi tameng bagi bangsa Indonesia," kata Haerudin.
Sedang Ketua PP GP Ansor Addin Jauharudin berharap agar kadernya mewarisi darah Ratu Kalinyamat ihwal keberanian. Apabila melihat suatu perkara munkar turut berani dalam melawan dan menindak."Seperti melukis kayu, itulah kader Ansor Banser Jepara. Sekeras, seberat, dan sesulit apapun kayu, mereka bisa mengatasi. Selayaknya Ratu Kalinyamat yang melawan penjajah, tetap tampil dengan gagah dan berani," pungkas Addin. (CR/Red)
Editor : Redaktur Buliran