“Rata-rata pembeli membeli minimal Rp3.000, dan seringkali meminta campuran dari semua jenis makanan yang ada. Namun, yang paling laris di sini memang klepon. Kalau ramai, bisa mencapai ratusan ribu. Namun, kalau sepi, biasanya sekitar lima ratus ribu,” jelasnya.
Bisnis makanan tradisional ini bukan hanya dikelola oleh Joni sendiri. Makanan ini juga merupakan usaha milik saudaranya, yang kini telah memiliki empat cabang di Jepara.
Untuk jam buka, Joni biasanya berjualan mulai pukul 09.00 hingga 15:30 WIB, atau lebih awal tutup jika dagangannya habis lebih cepat. Usahanya yang mengandalkan camilan tradisional ini terus berkembang dan diminati banyak orang, terutama bagi mereka yang merindukan cita rasa makanan tradisional.
“Saat ini sudah ada empat cabang, di Bangsri, Kerasak, Sekuro, dan Mlonggo. Penjualan di Kerasak sedikit lebih rendah karena banyak yang memilih membeli di cabang Bangsri, yang merupakan cabang pertama,” pungkasnya. ***(Hani K)
Editor : Redaktur Buliran