Scroll untuk baca artikel

Motif Batik Paling Populer di Indonesia

Motif Batik Paling Populer di Indonesia
Motif Batik Paling Populer di Indonesia

Parang berasal dari kata pereng atau miring. Bentuk motifnya berbentuk seperti huruf "S" miring berombak memanjang.Motif Parang ini tersebar di seluruh Jawa, mulai dari Jawa Tegah, Jogjakarta dan Jawa Barat. Biasanya, perbedaannya hanya terletak pada aksen dari batik Motif parang tersebut. Misalkan, di Jogja ada motif Parang Rusak dan Parang Barong, di Jawa Tengah ada Parang Slobog, serta di Jawa Barat ada Parang Klisik.

8. Motif Kawung (Jawa Tengah)

Motif batik ini terinspirasi buah kolang kaling. Bentuk kolang kaling yang lonjong tersebut disusun empat sisi membentuk lingkaran. Motif Kuwung sering diidentikan dengan motif sepuluh sen kuno, karena bentuknya yang bulat dengan lubang ditengahnya. Motif ini berasal dan berkembang di Jawa Tengah dan Jogjakarta. Biasanya motifnya sama, hanya bedanya pada hiasan atau aksennya saja. Batik ini juga termasuk motif batik Indonesia yang paling banyak dipakai.9. Motif Pring Sedapur (Magetan)

Motif batik Pring Sedapur memiliki ciri khas yang simpel namun elegan. Motif yang dipakai adalah motif bambu, sehingga sering juga disebut sebagai batik Pring. Batik ini tidak hanya indah dalam kesederhanaan motifnya, tetapi memiliki filosofi yang sederhana pula. Dimana bambu memberikan makna ketentraman, keteduhan dan kerukunan. Selain itu, bambu/pring juga mempunyai filosofi mendalam bagi orang Jawa, yakni apa saja dalam diri kita haruslah memberikan manfaat bagi orang lain, sejak lahir sampai mati.

10. Motif Geblek Renteng (Kulon Progo)

Batik geblek renteng merupakan motif batik yang menyerupai bentuk makanan khas Kulon Progo. Bentuknya berupa pola angka delapan. Geblek makanan olahan dari singkong dan merupakan satu makanan khas yang menjadi identitas Kulon Progo, sementara renteng berarti rentengan atau ikatan satu sama lain saat digoreng. Motif geblek renteng adalah motif batik dari hasil lomba desain batik khas Kulonprogo yang diadakan tahun 2012 lalu. Saat ini motif ini semakin popular setelah pada hari-hari tertentu seluruh pegawai di Pemkab Kulon Progo dan siswa sekolah diwajibkan untuk memakainya. Dampaknya perajin batik di sentra batik Kecamatan Lendah omzetnya naik cukup signifikan. (AWB)11. Batik Besurek

Besurek merupakan kain tradisional dari Bengkulu yang mengadopsi cara pembuatan batik dengan motif khas kaligrafi Arab. Bila diartikan secara bebas, besurek bermakna "bersurat atau bertulisan." Dalam bahasa Jawa, batik dapat diartikan sebagai titik-titik lilin (malam) di atas kain. Begitu pun kain besurek merupakan hasil adaptasi kain batik yang berarti menulis kaligrafi Arab dengan lilin.

Penggunaan kain besurek pada awalnya hanya terbatas untuk upacara-upacara adat masyarakat Bengkulu. Contohnya, kain besurek dengan motif rembulan dan kaligrafi Arab digunakan oleh calon pengantin perempuan pada rangkaian upacara sebelum pernikahan. Di Pulau Jawa tradisi ini disebut dengan siraman.12. Batik Bali

Batik juga dapat ditemukan di Bali. Meskipun mirip dengan batik pesisir yang mengambil kearifan lokal sebagai ciri khasnya, kain batik dari Pulau Dewata ini lebih banyak menceritakan kisah para dewa dan menggunakan pewarna alami sebagai daya tarik utama.

Sebagai contoh, motif yang paling unik dan tidak dapat ditemukan di daerah lain adalah motif batik singa barong. Sesuai dengan kepercayaan masyarakat Bali, motif ini bermakna keajaiban, keperkasaan, dan kekuatan yang diambil dari makhluk motologi khas Bali, barong.Motif ulamsari mas merupakan salah satu motif yang akan sering Anda temukan di wilayah pesisir pantai. Dengan makna kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat yang tinggal di daerah pesisir pantai, motif ini digambarkan dengan ikan dan udang berwarna kuning.

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini