Ia menambahkan, "Kadang-kadang investor maunya cuma di tengah seperti CBD, tapi juga sebagian mau misalnya ke non-CBD," imbuh Martin.
Terpisah, Selvi salah satu pemilik property di Menteng, kepada media ini katakan hal yang sama, "Tingginya nilai tanah dikarenakan lahan yang semakin menipis sedangkan permintaan juga meningkat. Bagi pemilik bisnis yang enggan berkompromi untuk ke wilayah pinggir maka pilihannya tetap di kawasan CBD," ujar Selvi.
"Saat ini, harga tanah di Menteng sekitar 100 hingga 200 juta per meter persegi, bahkan bisa lebih tergantung lokasi strategis, sementara di Pondok Indah, di sana lebih rendah sekitar 40 hingga 150 juta per meter persegi," pungkasnya.***
(Arif M) Editor : Redaktur Buliran