Scroll untuk baca artikel

Heboh! Koperasi Merah Putih di Tuban Ditutup 1 Hari Usai Diresmikan, Perusahaan Mitra Tarik Semua Barang

Seluruh barang dagangan yang ada di Gerai Sembako, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditarik dan diangkut oleh perusahaan mitra strategis yang mensupportnya dari awal berdiri. Selasa (22/7)
Seluruh barang dagangan yang ada di Gerai Sembako, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ditarik dan diangkut oleh perusahaan mitra strategis yang mensupportnya dari awal berdiri. Selasa (22/7)
  • Sudah jalin kerja sama 1,7 tahun Gus Anas mengatakan, pihaknya telah menjadi mitra strategis untuk KDMP Pucangan selama 1,7 tahun.

Ia mengungkapkan, pihaknya sejak awal berdiri KDMP Desa Pucangan telah memberikan pendampingan hingga akhirnya menjadi KDMP percontohan di Jawa Timur yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Kami kerja sama dan bermitra mulai awal berdiri sampai diresmikan kemarin, kami pendampingan mulai dari support manajemen, suplai barang, dan sumber daya manusia, termasuk renovasi bangunan juga," kata Gus Anas.

Bahkan, PT Perekonomian Sunan Drajat juga berkontribusi dalam proses perencanaan, pendirian, pengurusan legalitas, hingga kegiatan operasional KDMP. Dengan kerja sama tersebut, koperasi itu dapat konsisten dalam bidang penjualan Gerai Sembako, Apotek, dan Permodalan Sari'ah.

Namun, dalam pertemuan virtual itu, pihaknya tidak disebut oleh pengurus KDMP Pucangan. Kepala Desa Pucangan Santiko juga menyebut bahwa kerja sama dengan PT Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat sudah berlangsung hampir dua tahun sebelum insiden ini terjadi.

  • Tidak ingin ada "penumpang gelap" Usai tidak disebut, Gus Anas mengaku pemutusan kerja sama itu dilakukan agar tidak ada "penumpang gelap".

Pihaknya tidak ingin dalam kerja sama kemitraan tersebut, ada penumpang gelap yang sengaja ingin memanfaatkan situasi atau kesempatan yang merugikan pihaknya saat peresmian KDMP tersebut. "Bukan persoalan kami tidak disebut saat peresmian itu, tetapi kami khawatir ada pihak yang menumpangi demi kepentingannya di hadapan pak presiden," ujarnya.

Editor : Redaktur Buliran
Sumber : KOMPAS
Bagikan

Berita Terkait
Terkini