Scroll untuk baca artikel

Berjaya di Masa Baheula, Inilah 7 Pelabuhan Tertua di Indonesia

Berjaya di Masa Baheula, Inilah 7 Pelabuhan Tertua di Indonesia
Berjaya di Masa Baheula, Inilah 7 Pelabuhan Tertua di Indonesia

Sekitar tahun 1880, Pelabuhan Ampenan jadi salah satu pelabuhan penting pada rute perdagangan dalam dan luar negeri. Kapal-kapal dari Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Singapura, Tiongkok, India, Kepulauan Mauritius, dan Australia menjadikan Pelabuhan Ampenan sebagai salah satu titik persinggahan.

6. Pelabuhan BelawanSebelum Pelabuhan Belawan ada, kapal-kapal yang singgah di wilayah Sumatera Utara berlabuh di Labuhan Deli yang dimiliki oleh salah satu kerajaan terbesar di Sumatera Timur, yakni Kerajaan Deli. Namun lama-lama Sungai Deli, tempat Labuhan Deli berada, semakin dangkal dan pelabuhan pun digeser ke tempat lain, yakni ke tepi Sungai Belawan.

Pemindahan itu terjadi tahun 1915. Kemudian, Dermaga Belawan Lama direhab oleh Belanda hingga panjangnya mencapai 602 meter dengan lebar 9-20 meter. Tahun 1938 Pelabuhan Belawan pun jadi pelabuhan terbesar di Hindia Belanda.

7. Pelabuhan Teluk BayurPelabuhan ini dahulunya bernama Emmahaven. Dibangun antara 1888-1893, setelah selesai dibangun, Emmahaven yang namanya berasal dari Ratu Emma itu pun menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Hindia Timur. Konon, hingga Perang Dunia II, Teluk Bayur menjadi salah satu dari lima pelabuhan tersibuk di Indonesia.

Teluk Bayur yang letaknya sekitar 14 km dari pusat kota Padang itu sampai sekarang masih beroperasi, meskipun tidak seramai masa-masa jayanya dulu. Teluk Bayur paling pas disambangi sore-sore menjelang matahari terbenam. Pelabuhan ini punya tempat tersendiri di hati para perantau Minang. (Dahulu para perantau meninggalkan Ranah Minang dari Pelabuhan Teluk Bayur.) Sampai-sampai dibuatkan satu lagu khusus buat pelabuhan itu, yakni Teluk Bayur yang dinyanyikan Ernie Djohan. ***

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini