“Hari Santri adalah panggilan bagi mereka yang mencintai Allah, mencintai ilmu, dan mencintai tanah air. Sudah waktunya santri berdiri bukan hanya di mimbar, tapi juga di ruang inovasi, pendidikan, dan ekonomi rakyat,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Santri harus menjadi penjaga ideologi Pancasila dari perspektif keagamaan. Mereka punya posisi moral yang kuat untuk mengedukasi masyarakat dengan cara yang damai dan santun,” imbuhnya.
Ia juga menekankan bahwa moderasi beragama adalah bagian dari jihad zaman modern jihad tanpa senjata, tetapi dengan ilmu, akhlak, dan keteladanan.
Sri Rahayu menggambarkan santri masa kini sebagai generasi yang lentur: mampu menjaga nilai-nilai spiritualitas sambil aktif di dunia profesional.
Sesuai tema peringatan hari Santri tahun ini, yakni Membangun Generasi Emas yang Berpendidikan, Berkarakter dan Berakhlak Mulia.Peran mereka, kata Sri Rahayu, kini meluas bukan hanya dalam bidang keagamaan, tetapi juga di sektor pendidikan, ekonomi, sosial, teknologi, dan pelestarian lingkungan. ***
Editor : Redaktur Buliran