Scroll untuk baca artikel

DIM dan Perlunya Apresiasi Negara

DIM dan Perlunya Apresiasi Negara
DIM dan Perlunya Apresiasi Negara

Kembali Ranahminang tampil dalam sejarah dengan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang beribukota di Bukittinggi dipimpin (presiden) Mr. Syafruddin Prawiranegara. Dia kemudian berhasil menyelamatkan kemerdekaan Negara RI (Desember 1948) dan melepaskan seluruh tahanan politik termasuk kabinet Hatta.Keberhasilan ini diidukung dengan siaran terus menerus ke seluruh dunia melalui RRI Bukittinggi yang memiliki pemancar radio terkuat di Asia peninggalan penjajahan Jepang untuk menuju satu kekuatan Asia Timur Raya. Selain itu juga ditunjang oleh 3 diplomat ulung jajaran kabinet PDRI yaitu Menteri luar negeri: AA Maramis (berkedudukan di India) Perwakilan Indonesia di PBB; LN Palar ) berkedudukan di USA) dan Merangkap Menteri Pertahanan dan Penerangan: Mr. Syafruddin Prawiranegara (berkedudukan di Indonesia yang memimpin langsung pemerintahan dan diplomasi melalui pemancar radio dari ibukota Bukittinggi). Berhasil meyakinkan dunia melalui Sidang umum Istimewa PBB (Januari 1949 ) berbuah penghentian agresi Belanda bersama sekutu nya (USA) terhadap kelompok yang sebelumnya di stempel dunia hanya Pemberontak/Gerilyawan Revolusi Indonesia, dan bukan Pejuang Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kalau PDRI adalah penyelamat kemerdekaan Indonesia semasa pemerintahan yang dipimpin Syafrudin Prawiranegara lengkap dengan anggota kabinet aktif yang berkedudukan di dalam dan luar negeri. Berperan selama sekitar 270 hari dengan sangat efektif mempengaruhi dunia dan konsolidasi di seluruh wilayah Sumatera. Nah, kenapa PDRI tidak digaungkan dalam sejarah dan kenapa kedudukan pimpinannya tidak diakui sebagai Presiden RI kedua".Sejuta tanya, pantas diapungkan oleh seluruh anak negeri di Indonesia, tak hanya mereka yang bernaung dalam suku bangsa Minangkabau. Kenapa pemerintah bungkam dan kenapa politisi negeri ini seakan tutup kuping dengan sejarah tersebut.

PDRI dengan ibukota di Bukittinggi adalah pemerintahan yang paling efektif mengubah pandangan dunia dari sebelumnya hanya dianggap pemberontakan gerilyawan revolusi Indonesia, menjadi pengakuan atas perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Hingga untuk pertamakali nya PBB bersidang umum menekan Belanda untuk mengakui kemerdekaan RI yang kemudian diakui Belanda menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS).Pengakuan Belanda yang hanya sebatas Negara' Serikat yang meletakkan kedaulatan negara RIS tetap dibawah naungan kerajaan Belanda dalam 16 propinsi. Moh. Natsir yang tidak puas atas hasil konperensi meja bundar di den Haag tersebut membangkitkan kembali semangat perlawanan dengan menerbitkan Mosi Integral: Mencetuskan Proklamasi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang kemudian didukung seluruh anggota parlemen dan kabinet pada tanggal 3 April 1950. Proklamasi NKRI yang dicetuskan Moh. Natsir ini kemudian menjadi bentuk pemerintahan yang tetap berlaku hingga sekarang sampai nanti.

Kenapa sekarang timbul slogan membela NKRI harga mati sementara yang digaungkan adalah proklamasi. Begitu pula nama tokoh pencetusnya yang redup bersama dengan perjalanan waktu yang semakin jauh berlalu.Kalau pesawat RI 001 hadiah dari Aceh dan menjadikannya Daerah istimewa Aceh. Maka RI 002 hadiah dari saudagar Minang untuk membuka perdagangan luar negeri bagi kelangsungan Republik Indonesia, hingga pantas menyandang Daerah Istimewa Minangkabau.

Jika Jakarta pernah menjadi ibukota Indonesia yang pertama dan pernah menjadi pusat pemerintahan selama masa penjajahan Hindia Belanda di pulau Jawa, Maka kota Bukittinggi pun pernah menjalankan peran tersebut dengan menjadi:- Ibukota Republik Indonesia ke-tiga.

- Pusat pemerintahan pulau Sumatera selama masa penjajahan Hindia-Belanda dan penjajahan Jepang.- Ibukota propinsi RI di Sumatera,

- Ibukota propinsi RI di Sumatera Tengah.- Ibukota propinsi RI di Sumatera Barat sebelum Pemerintah Pusat memindahkan ibukota Sumatera Barat ke kota Padang sejak tahun 1979.

Nah, apalagi yang mengganjal untuk menyematkan status Daerah Istimewa Minangkabau bagi Provinsi Sumatera Barat.Sejarah mencatat, Yogyakarta pernah menjadi ibukota Indonesia kedua dan menjadikannya Daerah istimewa Yogyakarta, maka Bukittinggi adalah ibukota PDRI yang menyelamatkan negeri ini. Yentunya Sumatera Barat pantas juga menyandang status sebagai Daerah Istimewa Minangkabau.

Pemerintahan kenagarian yang berlaku di Sumatera Barat dihapus pemerintah pusat digantikan dengan pemerintahan desa melalui UU no 5/ 1979 bersamaan dengan pemindahan ibukota dari Bukittinggi ke kota Padang.Dengan demikian pupus tradisi pemerintahan Trias Politika ala Minangkabau yaitu tiga pilar: Ninik Mamak - Cerdik Pandai - Ulama. Biasa disebut dengan Tigo Tungku Sejarangan, perlu di hidup kan kembali dengan Sumatera Barat menyandang predikat Daerah Istimewa Minangkabau.

Sejak diberlakukannya undang-undang pemerintahan desa tahun 1979, Marwah Minangkabau mulai hilang di pemerintahan pusat dan peran Minang dalam sejarah kemerdekaan bangsa terhapus dalam sejarah negara ini.Apabila bangsa yang besar ini melupakan awal sejarah kelahiran negara, akan kehilangan pedoman arah ke depannya, gamang berjalan diantara dua poros blok kekuatan dunia karena sudah tidak dipahami tujuan pendirian bangsa ini sebagaimana tertuang dalam Sumpah Pemuda. Maka perlu dicatat oleh semua pemegang kepentingan di negeri ini, DIM adalah upaya untuk mengembalikan jati diri Bangsa Indonesia kepada asalnya. Insyaallah...

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini