“Beliau turut merintis terbentuknya tentara rakyat di Padang Panjang dan sekitarnya, yang kemudian menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jadi, beliau juga berkontribusi langsung dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, atas penghargaan tersebut.
“Insya Allah, perjuangan dan keteladanan Bunda Rahmah akan terus menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia. Dari semangat beliau, semoga lahir kembali para pejuang dan pahlawan bangsa dimasa depan,” ungkapnya.
Selain Bunda Rahmah El Yunusiyyah, sembilan tokoh lainnya juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Mereka adalah K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dari Jawa Timur, Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto dari Jawa Tengah, Marsinah dari Jawa Timur, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja dari Jawa Barat, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo dari Jawa Tengah, Sultan Muhammad Salahuddin dari Nusa Tenggara Barat, Syaikhona Muhammad Kholil dari Jawa Timur, Tuan Rondahaim Saragih dari Sumatera Utara, dan Zainal Abidin Syah dari Maluku Utara.Terpisah, Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis menyampaikan rasa bangga atas penghargaan yang diberikan kepada tokoh besar asal Kota Serambi Mekkah tersebut.
Editor : Buliran NewsSumber : Tim sambang berita