Sejarah mencatat bahwa Republik Korea pernah melakukan eksploitasi berlebih atas sumber daya perikanan laut. Kemudian, sejak tahun 1994 eksploitasi tersebut sudah diatasi dengan program pengurangan armada. Sekitar 113 kapal penangkap ikan dihapus di bawah program tersebut pada tahun 2001. Pada tahun yang sama, Republik Korea menghasilkan 2.282.486 metrik ton ikan yang setara dengan 4.511 miliar won Korea.13. Myanmar
Negara peringkat 13 ini memiliki wilayah perairan penangkapan ikan termasuk Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sekitar 486.000 km2 dan area landas kontinental 228.781 km2, dan panjang garis pantai kontinental sebesar 2.832 km. Ikan berfungsi sebagai sumber utama protein hewani masyarakat Myanmar. Sebagian besar dari mereka mengonsumsi nasi dan ikan untuk makanan sehari-hari.
Tercatat bahwa pada tahun 2016 konsumsi ikan rata-rata Myanmar mencapai 68kg/orang tiap tahunnya. Sektor perikanan juga merupakan komoditi penting dalam ekonomi Myanmar. Selama tahun 2015-2016, total produksi ikan di negara ini adalah sebesar 5,59 juta MT. Jumlah tersebut terdiri dari produksi ikan laut sebesar 3,00 juta MT dan produksi ikan air tawar sebesar 2,59 juta MT.14. Chili
Perikanan merupakan industri utama di Chili, dengan total tangkapan sebesar 4.442.877 ton ikan pada tahun 2006. Pada 2010, tangkapan komersial Chili menempati posisi ketujuh terbesar di dunia. Kondisi laut Chili sangat menguntungkan untuk pengangkapan ikan, hingga penangkapan ikan telah menjadi sumber daya penting untuk bisnis selama ratusan tahun. Di Chili sendiri, penangkapan ikan telah dimulai pada akhir abad ke-19, dimana kala itu spesies salmon mulai masuk ke perairan Chili.15. Thailand
Walaupun bukan merupakan negara kepulauan, Thailand dengan menakjubkan bisa menempati peringkat ke 15 negara pernghasil ikan terbesar di dunia. Di Thailand sendiri, ikan merupakan sumber utama protein hewani bagi sebagian besar penduduknya. Pada tahun 2016, konsumsi ikan Thailand sebesar 33,73 kg per kapita untuk tiap tahunnya. Berbagai jenis ikan telah diekspor dari Thailand. Pada 2015, nilai total produk surimi yang diekspor ke berbagai negara adalah 115.671 juta USD, ekspor produk perikanan negara tersebut bernilai 5.947 juta USD, sedangkan nilai produk perikanan impor adalah 2.578,6 juta USD. ***
Editor : Buliran News