Sebelum wilayah itu menyatakan merdeka dari Ukraina, FC Zorya Luhansk sudah 'mengungsi' ke kota lain yaitu, Zaporizhzhia, di selatan Ukraina.4. SC Tavriya
Ulah Rusia yang mencaplok wilayah Ukraina juga pernah terjadi pada tahun 2014. Wilayah Ukraina yang bernama Crimea dianeksasi oleh Rusia di tahun tersebut. Akibatnya, beberapa klub Ukraina harus berubah nama atau bahkan pecah.
Salah satunya adalah Sports Club Tavriya yang berasal dari Simferopol, Crimea. Klub ini sebelumnya merupakan anggota dari Ukrainian Premier League, bahkan sempat menjuarainya.Setelah aneksasi Crimea oleh Rusia, klub ini terpaksa berhenti bermain. Beberapa staf dan pemain menjadi anggota federasi sepak bola Rusia dan membentuk klub baru bernama FC TSK Simferopol. Klub tersebut pun bermain di liga domestik Crimea di bawah federasi sepak bola Rusia.
Sementara, sisanya yang masih bertahan di Ukraina membentuk klub baru yang bermarkas di kota Kherson bernama Kherson Oblast. Klub ini juga bermain di Liga Amatir Ukraina.Beruntung pada 2020 mereka merger dengan klub kasta kedua bernama FC Tavriya Novotroitske dan mengubah namanya menjadi SC Tavriya Simferopol. Mereka pun kini bermain di kompetisi kelas dua Liga Ukraina.
5. FC Sevastapol
6. FC Krymteplytsia Molodizhne
Satu lagi klub yang harus berpindah haluan karena konflik Rusia-Ukraina adalah FC Krymteplytsia Molodizhne. FC Krymteplytsia Molodizhne ini merupakan klub ibu kota Crimea, Simferopol.FC Krymteplytsia Molodizhne dulunya atau tepatnya musim 2006/2007 pernah bermain di liga utama Ukraina. Lantaran beberapa sebab, termasuk kondisi politik, pada musim 2012/2013 mereka menarik diri dari kompetisi profesional Ukraina. Mereka pun resmi bergabung dengan Liga Crimea pada tahun 2016.
Banyak pihak yang kaget dan tentu saja menyayangkan atas meletusnya konflik Rusia dan Ukraina. Sebab hal ini membawa dampak besar pada setiap lini di Ukraina, termasuk lini sepak bola. Semoga konflik ini tidak berkepanjangan. ***
Editor : Buliran News