Gunung Krakatau merupakan gunung yang berada di tengah laut, tepatnya di Selat Sunda. Selat Sunda merupakan selat yang memisahkan antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.Jadi, apabila kita menyeberang dari Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Bakaheuni dan sebaliknya, kita akan melihat beberapa gunung api salah satunya adalah gunung Krakatau ini.
Material yang Terkandung di Gunung KrakatauMaterial yang dimiliki oleh gunung Krakatau tidak begitu jauh berbeda dengan gunung- gunung api lainnya di Indonesia. Beberapa material yang dimuntahkan oleh gunung Krakatau pada saat erupsi dasyatnya pada tahun 1883 antara lain adalah:
- Abu vulkanik
- Batu apung pijar (karena masih panas)
- Lumpur panas
Sejarah Meletusnya Gunung KrakatauGunung Krakatau telah beberapa kali menorehkan sejarah letusan, baik itu erupsi kecil maupun yang maha dahsyat. Erupsi maha dahsyat yang dialami oleh gunung Krakatau ini terjadi pada tahun 1883, tepatnya pada tanggal 26 Agustus- 28 Agustus 1883.
Letusan ini didengar oleh 1/8 penduduk di dunia dan terdengar hingga ke benua lain. Riwayat meletusnya gunung Krakatau sebelumnya juga pernah terjadi pada tahun 416 Sebelum Masehi yang diikuti oleh letusan pada abad ke- 3, 9, 10, 11, 12, 14, 16 dan 17.Letusan maha dahsyat sebenarnya terjadi pada gunung yang sama namun pada saat itu peradaban manusia masih sedikit. Dan letusan dahsyat lainnya terjadi pada tahun 1883, pada saat itu populasi manusia sudah agak padat sehingga korban yang terkena pun mencapai lebih dari 36.000 jiwa.Hal ini tentu mendapatkan perhatian besar. Bahkan tsunami yang terjadi tercatat sebagai tsunami terdahsyat di Samudera Hindia hingga tanggal 26 Desember 2004.Letusan gunung Krakatau pada tahun 1883 ini terjadi selama 3 hari yakni 26 – 28 Agustus 1883. Namun tanda- tandanya terlihat sejak bulan Mei. Tidak hanya berujung pada 28 Agustus saja, namun letusan ini juga memiliki ekor hingga Februari 1884. Pada taggal 26 Agustus 1883 tersebut, letusan sasyat beruntun terjadi 4 kali yaitu:
- Pukul 05.30 berasal dari bagian gunung Perbuwatan
- Pukul 06.44 berasal dari bagain Gunung Danan
- Pukul 10.02 Editor : Buliran News