- Menggugu : Tunduk dan patuh pada perintah adat dan Agama (adat basandi Syara', Syara' basandi Kitabullah)
- Memasak : Berbagai bahan yang tersedia untuk melanjutkan kehidupan.
- Merajut : Hubungan sosial dengan berbagai kelas dan kalangan untuk berbuat kebaikan (Rahmatan Lil Alamiin)
- Mengkaji alam dan mengkaji Kalam (alam takambang menjadi guru)
- Menari (seni dan budaya)
- Mengemas : Membekali diri dengan berbekal ilmu dan keterampilan (pagar diri)
Paguyuban Minang Sakato lanjut Hendra Zon, adalah tempat bersilaturahminya orang Minang di perantauan. Saling berbagi dalam masalah sosial dan ekonomi. Saling menguatkan dalam pemahaman ABS-SBK (adat basandi Syara', Syara' basandi Kitabullah) agar filosofi tersebut tetap dikenal dan dipahami secara turun temurun anak kemenakan di rantau."Jadi, cukup banyak makna yang tersirat ataupun tersurat dari kelembagaan Minang Sakato ini. Sehingga patut kiranya kita sesama masyarakat Minang yang berdomisili di tanah rantau untuk memperjuangkan dan membesarkannya," tutur Hendra Zon mengakhiri. (ted)
Editor : Buliran News