Scroll untuk baca artikel

Jejak 11 Legenda Persepakbolaan Indonesia

Jejak 11 Legenda Persepakbolaan Indonesia
Jejak 11 Legenda Persepakbolaan Indonesia

Gareng, itulah nama panggilan striker terbaik yang pernah dimiliki Indonesia ini. Catatan 57 golnya tidak bisa dikalahkan oleh siapapun, meskipun jumlah itu termasuk laga-laga non resmi timnas. Sebuah catatan yang menunjukkan kehebatan dirinya. Salah satu momen yang bersejarah dalam karier Gareng adalah ketika ia mencetak gol ke gawang Feyenoord setelah melewati 3 bek lawan. Pada pertandingan berikutnya, Gareng mencetak hattrick ke gawang Werder Bremen, yang membuat pelatih Bremen, Herr Brocker menawari Gareng, Max Timisela dan John Simon untuk memperkuat Bremen.Andi Ramang

Striker PSM Makassar ini dikenal dengan kelihaiannya dalam mencetak gol dari berbagai situasi dan posisi. Hal ini muncul karena hobinya bermain sepak raga (semacam sepak takraw) sebelum menggeluti sepakbola. Kemampuannya tercium sampai Eropa, yang membuat timnas banyak menerima panggilan untuk laga uji coba. Sayang kariernya harus berakhir karena tuduhan suap yang tetap ia bantah sampai akhir hayatnya. Kini jasanya diabadikan dalam rupa sebuah patung di Lapangan Karebosi, Makassar.Bambang Pamungkas

Sekalipun belum pernah menyumbangkan trofi bergengsi untuk timnas, kiprah Bepe di timnas tetap tidak bisa dipandang sebelah mata. Bepe adalah pemilik caps terbanyak (85) dan gol kedua terbanyak (37) setelah Soetjipto Soentoro. Kemampuan Bepe juga telah teruji di luar negeri, dimana ia menjadi juara liga dan menyabet gelar top skorer dan pemain terbaik saat membela Selangor FA. Salah satu kelebihan utama Bepe adalah kemampuan duel udaranya meskipun hanya memiliki postur setinggi 170 cm.Pelatih: Sinyo Aliandoe

Salah satu pelatih tersukses yang pernah dilahirkan Indonesia. Dalam usianya yang relatif muda, 35 tahun, Sinyo sudah berhasil membawa Persija menjuarai Perserikatan tahun 1973 dan 1975 (bersama PSMS Medan). Sementara sebagai pelatih timnas, Sinyo nyaris membawa timnas lolos ke Piala Dunia 1986 sebelum akhirnya dikalahkan Korea Selatan di babak kualifikasi.Selain kesebelas pemain di atas, sebenarnya masih banyak talenta emas lainnya dalam diri Maulwi Saelan, Rully Nere, Fachry Husaini, Anwar Ujang, Kurniawan Dwi Julianto dan lainnya. Setidaknya hal ini membuktikan jika negeri ini sebenarnya tak pernah kehabisan pemain hebat. Sayangnya manajemen organisasi serta kompetisi yang sering kisruh membuat bakat-bakat tadi terbuang percuma. ***

Editor : Buliran News
Tag:
Bagikan

Berita Terkait
Terkini