Menurut Putra, pekerja media di daerah memiliki keberanian tinggi meskipun tidak memiliki perlindungan asuransi.
Baca juga:
Oleh karena itu, ia meminta agar dalam proses rekonstruksi, TVRI dan RRI memastikan tidak ada PHK bagi pekerja, baik yang berstatus tetap maupun tidak tetap.
"Saya berbicara dengan mereka, teman-teman kontributor, koresponden, mereka itu militan dan tidak berjaminan asuransi. Itu pekerjaan mereka, saya tahu persis," kata mantan pembawa berita tersebut.
Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, juga mengomentari isu ini dengan meminta TVRI dan RRI untuk segera mengambil aksi nyata untuk mengurangi kegelisahan para pekerja yang khawatir kehilangan pekerjaan.
"Menghadapi bulan Ramadhan, bagaimana perasaan mereka yang terancam PHK? Kami berharap mereka tetap fokus bekerja dan berkontribusi," ujar Saleh.
Ia meminta agar keputusan terkait tenaga kerja segera diperbarui, mengingat banyak pekerja yang sudah merasa bimbang dan "megap-megap" karena ketidakpastian status mereka.
Maafkan saya, saya meminta ini secara internal, karena saya merasa sudah siap untuk keluar, tapi yang tadinya sudah dalam keadaan siap-siap, itu langsung diberitahukan, kembalikan mereka. Ini sekarang menjelang Ramadhan, ya?
"Sebelum Ramadhan, bagaimanakah pikiran mereka? Semoga saja di bulan Ramadhan ini mereka tetap bisa fokus bekerja dan berkontribusi dalam pengembangan," katanya dengan tegas.
Editor : Buliran News