Bangunan-bangunan pertahanannya terbuat dari kayu, terdiri dari dua tingkat dan dipersenjatai dengan senjata yang baik. Di tengah kota terdapat alun-alun yang digunakan untuk kepentingan kegiatan ketentaraan, dan kesenian rakyat, dan sebagai pasar di pagi hari. Istana raja terletak di bagian selatan alun-alun. Disampingnya terdapat bangunan datar yang ditinggikan dan beratap, disebut Srimanganti, yang digunakan sebagai tempat raja bertatap muka dengan rakyatnya. Di sebelah barat alun-alun didirikan sebuah masjid agung.Pada awal abad ke-17 Masehi, Bantam merupakan salah satu pusat perniagaan penting dalam jalur perniagaan internasional di Asia. Tata administrasi modern pemerintahan dan kepelabuhan sangat menunjang bagi tumbuhnya perekonomian masyarakat. Daerah kekuasaannya mencakup juga wilayah yang sekarang menjadi Provinsi Lampung. Ketika orang Belanda tiba di Bantam untuk pertama kalinya, orang Portugis telah lama masuk ke Bantam. Kemudian orang Inggris mendirikan loji di Bantam dan disusul oleh orang Belanda.
Selain itu, orang-orang Prancis, dan Denmark pun pernah datang di Bantam. Dalam persaingan antara pedagang Eropa ini, Belanda muncul sebagai pemenang. Orang Portugis melarikan diri dari Bantam (1601), setelah armada mereka dihancurkan oleh armada Belanda di perairan Bantam. Orang Inggris pun tersingkirkan dari Batavia (1619) dan Bantam (1684) akibat tindakan orang Belanda.Pada 1 Januari 1926 pemerintah Hindia Belanda mengeluarkan peraturan untuk pembaharuan sistem desentralisasi, dan dekonsentrasi yang lebih luas. Di Pulau Jawa dibentuk pemerintahan otonom provinsi. Provincie West Java adalah provinsi pertama yang dibentuk di wilayah Hindia Belanda yang diresmikan dengan surat keputusan tanggal 1 Januari 1926, dan diundangkan dalam Staatsblad (Lembaran Negara) 1926 No. 326, 1928 No. 27 jo No. 28, 1928 No. 438, dan 1932 No. 507. Banten menjadi salah satu keresidenan yaitu Bantam Regentschappen dalam Provincie West Java di samping Batavia, Buitenzorg (Bogor), Preanger (Priangan), dan Cirebon.
Daerah Tingkat II di Provinsi Banten
- Kabupaten Lebak, Pusat Pemerintahan di Rangkasbitung, Luas Wilayah 3.426,56 KM2, Jumlah penduduk : 1.222.258 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 28, Jumlah Kelurahan/Desa : 5/340
- Kabupaten Pandeglang, Pusat Pemerintahan di Pandeglang, Luas Wilayah : 2.746,89 KM2, Jumlah Penduduk : 1.175.148 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 35, Jumlah Kelurahan/Desa : 13/326
- Kabupaten Serang, Pusat Pemerintahan di Ciruas, Luas Wilayah 1.734,28 KM2, Jumlah Penduduk : 1.435.003 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 29, Jumlah Desa : 326
- Kabupaten Tangerang, Pusat Pemerintahan di Tigaraksa, Luas Wilayah 1.011,86 KM2, Jumlah Penduduk : 2.619.803 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 29, Jumlah Kelurahan/Desa : 28/246
- Kota Cilegon, Pusat Pemerintahan di Cilegon, Luas Wilayah 175,50 KM2, Jumlah Penduduk : 404.426 Jiwa, Jumlah kecamatan : 8, Jumlah Kelurahan : 43
- Kota Serang, Pusat Pemerintahan di Serang, Luas Wilayah 266,71 KM2, Jumlah Penduduk : 630.320, Jumlah Kecamatan : 6, Jumlah Kelurahan : 66
- Kota Tangerang, Pusat Pemerintahan di Tangerang, Luas Wilayah : 153,93 KM2, Jumlah Penduduk : 1.651.428 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 13, Jumlah Kelurahan : 104
- Kota Tangerang Selatan, Pusat Pemerintahan di Pamulang, Luas Wilayah 147,19 KM2, Jumlah Penduduk : 1.244.204 Jiwa, Jumlah Kecamatan : 7, Jumlah Kelurahan : 54
- Hakamuddin Djamal (penjabat) (17 November 2000 - 11 Januari 2002)
- Djoko Munandar (11 Januari 2002 - 20 Oktober 2005)
- Ratu Atut Chosiyah (pelaksana tugas) (20 Oktober 2005 - 11 Januari 2007) Editor : Buliran News